MASOHI, MENITINI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan teknis terkait gempa bumi yang mengguncang wilayah Maluku Tengah (Malteng), Sabtu (17/1/2026).
Gempa tersebut merupakan gempa tektonik yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di dalam Lempeng Banda.
BMKG mencatat gempa terjadi pada pukul 06.50.44 WIB, getarannya dirasakan di Malteng, Ambon, dan Sorong.
Hasil pemutakhiran analisis menunjukkan gempa memiliki magnitudo 5,2.
Episenter gempa berada pada koordinat 3,26 derajat Lintang Selatan dan 128,72 derajat Bujur Timur, tepatnya di darat sekitar 26 kilometer barat laut Maluku Tengah, dengan kedalaman 59 kilometer.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa karakteristik lokasi dan kedalaman sumber gempa menunjukkan peristiwa ini tergolong sebagai gempa dangkal.
Gempa tersebut terjadi akibat aktivitas deformasi batuan dalam lempeng (intra-slab) Banda, dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
Intensitas III–IV MMI dirasakan di Amahai, Liang, dan Kairatu, sementara getaran dengan skala II–III MMI dirasakan di Malteng, Ambon, Seram Utara, hingga Sorong.
Tidak ada potensi tsunami
Meski getaran dirasakan cukup luas, BMKG memastikan tidak ada potensi tsunami dari peristiwa ini.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak Berpotensi tsunami,” kata Daryono.
BMKG juga menyampaikan bahwa hingga pukul 07.15 WIB, hasil pemantauan belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan tanpa perlu panik.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk memastikan informasi kebencanaan hanya diperoleh dari sumber resmi BMKG melalui komunikasi yang telah terferivikasi. (M-009).
- Editor: Daton









