LABUAN BAJO,MENITINI.COM – Festival Golo Koe 2026 kembali menghidupkan denyut pariwisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Festival berbasis budaya dan religi ini tidak hanya menjadi ruang perayaan iman dan tradisi masyarakat Manggarai, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana saat membuka Festival Golo Koe 2026 di kawasan Waterfront City, Labuan Bajo, Senin (10/8/2026), mengatakan keterlibatan masyarakat lokal menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan festival.
Menurut Widiyanti, Festival Golo Koe mempertemukan iman, tradisi, dan kehidupan masyarakat Manggarai dalam sebuah perayaan yang terbuka bagi wisatawan maupun masyarakat luas.
“Di sinilah saya melihat kekuatan Festival Golo Koe. Wisatawan hadir untuk experience Labuan Bajo secara lebih utuh, sementara masyarakat tetap menjadi pelaku utama yang menentukan bagaimana identitasnya diperkenalkan kepada dunia,” ujar Widiyanti.
Ia menilai konsep tersebut menunjukkan bahwa pariwisata tidak selalu harus mengandalkan kemegahan atraksi. Nilai spiritual, budaya, dan kemanusiaan yang tumbuh dari masyarakat juga dapat menjadi kekuatan utama sebuah destinasi.
Festival Golo Koe 2026 kembali masuk dalam jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN). Tahun ini menjadi kali ketiga secara berturut-turut festival tersebut masuk KEN sejak 2024 dan untuk kedua kalinya berhasil menembus Top 10.
Mengusung tema “Maria Assumpta Nusantara”, Festival Golo Koe memadukan prosesi religi, atraksi budaya, pameran UMKM, pertunjukan seni lokal, kuliner, hingga kegiatan edukasi lingkungan.

