Sementara itu, sang istri sempat berhasil menyelamatkan diri dan dibawa ke Puskesmas I Mendoyo untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah mendapat penanganan awal, korban diperbolehkan pulang. Namun, pada malam harinya kondisi kesehatannya memburuk dan mengalami kejang-kejang sehingga kembali dilarikan ke puskesmas. Meski sempat ditangani tim medis, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 20.30 Wita.
Di sisi lain, suami korban ditemukan warga di lokasi kebun dalam kondisi sudah meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka.
Tim Identifikasi Polres Jembrana bersama tenaga medis Puskesmas I Mendoyo telah melakukan pemeriksaan luar terhadap kedua jenazah. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya banyak bekas sengatan tawon di hampir seluruh bagian tubuh korban.
Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Saat ini, jenazah kedua korban disemayamkan di rumah duka Banjar Munduk Anggrek untuk menjalani prosesi adat selanjutnya.*
- Editor: Daton









