Dinkes Bali Sebut Vaksin Penguat Kedua untuk Lansia Sudah Siap

Ilustrasi vaksin
Ilustrasi vaksin. (Foto: freepik/wirestock)

DENPASAR,MENITINI.COM-Vaksin penguat kedua bagi lansia di atas 60 tahun sudah tersedia di Bali. Prihal ketersediaan vaksin tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom.

“Vaksin penguat kedua dilakukan setelah enam bulan mendapat vaksin penguat pertama. Vaksinnya sudah siap, dan sebagian sudah didistribusikan ke kabupaten/kota,” kata Gede Anom seperti dikutip Berita ANTARA, Kamis (24/11/2022).

Vaksin penguat yang tersedia yaitu Pfizer dan IndoVac. IndoVac merupakan vaksin buatan dalam negeri. Untuk pemakaiannya, kata Gede Anom akan menyesuaikan dengan jenis vaksin pada penguat pertama.

“IndoVac diberikan kalau vaksin penguat pertamanya Sinovac. Sudah datang (vaksin IndoVac), untuk sementara cukup, sekarang vaksin banyak di Kementerian Kesehatan, begitu stok di gudang menipis langsung kita minta lagi,” ujarnya.

BACA JUGA:  Hari Raya Nyepi, ATM di Bali Nonaktif 13-15 Maret

Anom menyebut Bali memiliki stok vaksin COVID-19 jenis IndoVac sebanyak 1.300 dosis. Ia mengimbau dinas kesehatan kabupaten/kota untuk jemput bola, khususnya bagi lansia yang tidak dapat datang ke pos-pos pelayanan.

Di lokasi terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra mengajak masyarakat, khususnya lansia yang berhak mendapat vaksin penguat kedua untuk mengambil suntikan.

“Vaksin penguat kedua, kita memang tidak memasang target karena ini sifatnya tambahan, yang sangat wajib itu vaksin satu dan dua. Kalau penguat pertama kemarin terkait penyelenggaraan G20 untuk memastikan bahwa Bali aman terkendali dari penyebaran COVID-19, sekarang ada tambahan vaksin penguat kedua, dan vaksinnya sudah didistribusikan ke kabupaten/kota,” ujar Sekda Made Indra.

BACA JUGA:  Geger, Temuan Jasad Pria Tanpa Busana di Pantai Mengwi, Ada Luka-Luka di Tubuhnya¬†

Terkait dengan munculnya varian Omicron XBB di Pulau Dewata, Sekda Bali mengatakan bahwa karakter virus tersebut sama dengan COVID-19 lainnya, dengan masyarakat mengikuti vaksinasi penguat pertama dan kedu, ia meyakini bahwa mutasi virus tersebut dapat diatasi oleh sistem antibodi.

Sumber: ANTARA