Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Pemkot Denpasar menggandeng 17 komunitas lingkungan yang akan terlibat aktif dalam seluruh rangkaian Denfest. Selama festival berlangsung, sampah yang dihasilkan akan dipilah langsung di lokasi, baik sampah organik maupun anorganik. Sampah organik akan diolah menjadi eco enzyme, sementara sampah plastik ditangani menggunakan mesin pengepres untuk memaksimalkan daur ulang.
Selain pengelolaan teknis, edukasi lingkungan juga menjadi fokus utama. Sejumlah komunitas pemerhati lingkungan dilibatkan sebagai relawan untuk mengedukasi pengunjung terkait praktik pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran publik bahwa festival dapat berlangsung tanpa meninggalkan beban lingkungan.
“Melalui pendekatan ini, Denpasar Festival kami dorong menjadi contoh nyata bagaimana sebuah event besar dapat dikelola secara berkelanjutan dan minim sampah,” tegas Arya Wibawa.









