Demi Nama Baik Keluarga, Polri Enggan Ungkap Penyakit yang Diderita Ustaz Maaher

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Argo Yuwono memberi keterangan pers terkait kematian Maaher

DENPASAR, MENITINI.COM  Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) enggan mengungkap penyakit yang diderita oleh Soni Eranata atau Ustaz Maaher At-Thuwailibi sebelum meninggal di Rutan Bareskrim Polri,

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan demi menjaga nama baik keluarga Maaher, Polri tak mau mencoreng nama baik keluarga Maaher lantaran penyakitnya sangat sensitif.

“Ini karena sakit. Saya tak bisa sampaikan sakitnya apa karena sakit yang sensitif,” kata Argo dalam jumpa pers, Selasa (9/2/2021).

“Ini bisa berkaitan dengan nama baik keluarga almarhum. Jadi kita tidak bisa sampaikan secara jelas dan gamblang sakitnya apa. Karena penyakitnya adalah sensitif, ini masalahnya,” tambah Argo

BACA JUGA:  Juni 2022, Vaksinasi Dosis Lengkap Diharapkan Tembus 70 Persen

Maheer sempat mendapatkan perawatan di RS Polri, Kramat Jati. Perkara Maaher sendiri sudah masuk tahap IIdan sudah diserahkan ke kejaksaan.

Sebelum tahap II (barang bukti dan tersangka diserahkan ke jaksa), Maaher mengeluh sakit.

Kemudian petugas rutan termasuk tim dokter membawanya ke RS Polri Kramat Jati.  “Setelah diobati dan dinyatakan sembuh yang bersangkutan dibawa lagi ke Rutan Bareskrim,” ungkap Argo.

Menurut Argo, setelah tahap duq selesai barang bukti dan tersangka diserahkan ke jaksa Maaher kembali mengeluh sakit.

Lagi-lagi petugas rutan dan tim dokter menyarankan agar dibawa ke RS Polri tapi yang bersangkutan tak mau sampai akhirnya meninggal dunia.

BACA JUGA:  Keamanan Destinasi Wisata Prioritas Utama, Law Firm Togar Situmorang Dukung Sikap Tegas TNI-Polri

Maaher ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah melakukan penghinaan terhadap Habib Luthfi.Djia dijerat Pasal 45 ayat (2) Juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

Maaher ditangkap untuk menindaklanjuti adanya laporan polisi bernomor LP/B/0677/XI/2020/Bareskrim tertanggal 27 November 2020. Ia ditangkap terkait unggahan ujaran kebencian di akun media sosial Twitter @ustadzmaaher.poll

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*