Cerita Saksi Mata Pemuda yang Tewas Ditembak Polisi, Kakek Korban Saksinya

Keluarga korban dan sahabat korban memikul jenazah ke rumah duka, Rabu (28/9/2022). (Foto: M-006)

ATAMBUA,MENITINI.COM-Natalius Derson Lau atau akrab disapa Eton (18), seorang remaja asal Lalosuk, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu tewas ditembak diduga oleh anggota Buser Polres Belu, Selasa (27/09/2022).

Penembakan hingga tewasnya Eton ini terjadi di daerah Motamaro-Sukabitetek, Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu.

Salah seorang saksi mata, Yohanes Taek (64) yang saat itu sedang berada bersama Eton, saat dikonfirmasi media ini mengatakan bahwa Eton baru dua hari berada di Motamaro.

“Eton baru datang 2 hari disini,” ungkap pria yang juga adalah Kakek dari Eton.

Diceritakan, bahwa sekitar jam 8 lewat pagi hari, dirinya bersama Eton sedang minum kopi dalam rumah.

Tiba – tiba masuk ke dalam rumah mereka, dua anggota polisi dan bilang jangan lari. 

BACA JUGA:  Bali Final Punya Rekon Gempa dan Tsunami

Namun Eton hendak bergerak lari keluar rumah. Seorang polisi berkulit putih tetap dalam rumah sedangkan yang berkulit hitam bertubuh besar yang mengejar Eton. 

Terdengar bunyi tembakan, setelah itu Yohanes Taek keluar dari dalam rumah dan mendapatkan Eton sudah terkapar. 

“Tembak  lagi di jalan raya itu yang langsung jatuh, tembak dari belakang, dia (Eton) kan pas lari to. Yang tembak badan besar, hitam – hitam satu,” tandas Yohanes.

Sehabis tertembak, Eton dimuat gunakan mobil. Kata Yohanes Taek ada seorang anak merekam video kejadian itu dengan HP namun polisi menyuruh dihapus. 

Maria FatimaTelik, tante korban juga menuturkan hal yang sama saat kejadian penembakan tersebut. 

Saat itu terdengar letusan tembakan dirinya keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan handuk. 

BACA JUGA:  Tiga Gedung Sekolah Ditutup Paksa Ahli Waris, Ada Apa?

“Tembak 5 kali, tembak peringatan 2 kali tembak yang kena dia (NDL) 3 kali, kami ikut lihat semua,” tutur Maria Fatima. 

Katanya korban jatuh di pinggir jalan telah tertembak bersimbah darah. 

Banyak orang melihat sebab kejadian penembakan tersebut tidak jauh dari rumah dan pemukiman warga. Setelah itu Eton diangkut ke dalam mobil. 

“Yang 1 polisi badan besar, celana pendek itu bilang buang saja (ke atas oto), sopir itu yang bilang, ai jangan dia su parah ni,” ungkap Maria Fatima. 

Untuk diketahui sebelumnya diberitakan, diduga Buser pada Kepolisian Resort Belu melakukan tembak mati terhadap salah seorang pemuda asal Lalosuk, Desa Manleten, Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL, Selasa pagi (27/09/2022) lalu.

Pemuda kelahiran tahun 2002 yang meninggal dunia itu diketahui atas nama Gerson Yaris Lau atau akrab disapa Eton.

BACA JUGA:  Gagal Pembangunan Asrama Mahasiswa Unud, Ini Dalil Rektor Unud

Eton ditetapkan sebagai tersangka akibat kasus tawuran yang terjadi kepada sopir tangki air pada awal bulan September 2022 lalu.

Pada saat tawuran tersebut, baik Eton Cs dan sopir tangki air sama-sama mengalami luka.

Atas kasus tersebut, tepatnya Selasa (27/09/2022), Buser Satreskrim Polres Belu melakukan usaha penangkapan di daerah Motamaro batas antara Kabupaten Belu dan Kabupaten TTU.

Berdasarkan informasi, Eton sempat melarikan diri. Saat itu langsung dikejar oleh  anggota Buser dan ditembak.

Naasnya, penembakan itu tepat pada bagian belakang sisi kanan dari Eton. Akibat tembakan tersebut, Eton pun mengalami putus napas.

Siang hari Eton dibawah ke RSUD Mgr Gabriel Manek SVD Atambua sudah dalam keadaan tak bernyawa. M-006