BADUNG,MENITINI.COM – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri rangkaian upacara Karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa, Tawur Madya, dan Padudusan Alit di Banjar Adat Uma, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Minggu (29/3).
Upacara keagamaan tersebut dipuput oleh Ida Pedanda dari Griya Tumbak Bayuh dan dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya anggota DPRD Provinsi Bali Wayan Bawa, anggota DPRD Badung Made Suwardana, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Kapal I Nyoman Adi Setiawan, Bendesa Adat Kapal I Ketut Sudarsana, serta krama Banjar Adat Uma.
Dalam sambutannya, Adi Arnawa mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang dinilai menjadi kunci kelancaran pelaksanaan yadnya. Ia menegaskan, kegiatan keagamaan tidak hanya sebagai wujud sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga memperkuat keharmonisan sosial di tengah masyarakat.
“Pelaksanaan yadnya ini mencerminkan kebersamaan dan kekompakan krama dalam menjaga tradisi sekaligus mempererat hubungan sosial,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber. Ia mengimbau masyarakat mulai memilah sampah dari rumah tangga guna mencegah persoalan lingkungan serta menghindari potensi sanksi hukum.
Imbauan itu sejalan dengan kebijakan pembatasan pengiriman sampah ke TPA Suwung yang mulai berlaku 1 April 2026, di mana hanya sampah residu yang diperbolehkan masuk. Masyarakat diharapkan mampu mengelola sampah organik dan anorganik secara mandiri.









