Sebagai tindak lanjut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung menggelar sosialisasi lanjutan pengadaan lahan untuk tiga fase akhir JLS, yakni ruas Pedati–Pantai Balangan–Jimbaran. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (21/1) di Aula Kantor Camat Kuta Selatan.
Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra, menjelaskan sosialisasi menyasar para pemilik lahan yang terdampak di tiga trase tersebut. Ia mengungkapkan, proses pengadaan lahan sebelumnya sempat tertunda karena belum seluruh pemilik lahan teridentifikasi, sehingga diperlukan penyesuaian trase sesuai penetapan lokasi.
“Pada 2026 ini kami kembali mengundang seluruh pemilik lahan, baik yang sudah maupun belum terukur. Secara umum mereka menyatakan setuju dan telah menandatangani surat pernyataan persetujuan rencana pembangunan tiga trase Jalan Lingkar Selatan,” jelas Teddy.
Ia menambahkan, mayoritas lahan pada ruas Pedati–Pantai Balangan–Jimbaran berada di kawasan Bali Pecatu Graha dan Jimbaran Hijau yang secara prinsip mendukung penuh program pemerintah. Tahap selanjutnya, Dinas PUPR akan melakukan setting out ulang lahan mulai minggu depan, dilanjutkan dengan pengukuran oleh BPN, penilaian aset oleh appraisal, serta musyawarah ganti untung.









