Senin, 24 Juni, 2024

Ilustrasi. (Net)

AMBON, MENITINI.COM – Seorang bendahara dewan pimpinan cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Maluku Barat Daya, berinisial GHN (43) ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur kantornya. Jasad GHN pertama kali ditemukan oleh istrinya dan dua saudaranya yang mendatangi kantor DPC Gerindra Maluku Barat Daya.

Peristiwa nahas itu terjadi di Kantor DPC Partai Gerindra di Kota Tiakur, Kecamatan Moa Lakor, Kabupaten Maluku Barat Daya pada Jumat 31 Mei 2024 sekira pukul 18.00 WIT.

“Sebelum korban hendak ke kantor sekira pukul 10.00 WIT, ia sempat sampaikan kepada istrinya akan bunuh diri. Tapi istrinya tak percaya dengan ucapannya,” kata Kasat Reskrim Polres Maluku Barat Daya IPTU Boyke Nanulaita kepada wartawan, Senin (3/6/2024).

BACA JUGA:  Presiden Iran Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter

Dari keterangan istri korban kata Kasat Reskrim, hingga pukul 17.50 WIT korban belum kembali ke rumah. Padahal sebelumnya, korban selalu kembali ke rumah sebelum pukul 17.00 WIT. Istri korban pun curiga sehingga mengajak kedua saudaranya menuju kantor DPC Gerindra Maluku Barat Daya.

“Setibanya di kantor tersebut, terlihat sepeda motor korban terparkir di depan kantor. Istrinya lalu masuk ke ruangan yang biasa dipakai korban untuk bekerja, tetapi tidak ada cuman tasnya saja,” jelasnya.

Menurut Boyke, istri dan dua saudaranya kemudian mencari diruangan di kantor tersebut, namun tidak ditemukan juga. Saat istrinya melihat dari kaca jendela ternyata korban sudah tergantung di dapur dengan seutas tali.

BACA JUGA:  Presiden Iran Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter

“Melihat korban yang sudah tergantung, istri dan kedua saudara kemudian menurunkan korban dan dibawa ke rumah sakit. Namun nyawa korban tak tertolong lagi, ia telah meninggal dunia sebelum sempat mendapat pelayanan medis,” sebut dua balok dipundaknya itu.

Kasat Reskrim MBD mengungkapkan, dari  keterangan istri korban bahwa HGN sempat menceritakan persoalan internal partai ke istri sebelum ditemukan tewas tergantung. Namun Kasat tidak menjelaskan lebih rinci terkait persoalan yang disampaikan HGN ke istrinya.

“Sebelum korban ditemukan meninggal dunia gantung diri, ia sempat curhat ke istri masalah internal partai,” katanya. 

Dikatakan, persoalan internal partai dengan kematian korban perlu penyelidikan lebih lanjut. Pihaknya baru akan menjadwalkan pemeriksaan sejumlah saksi termasuk istri korban, ucap Boyke. 

BACA JUGA:  Presiden Iran Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter

“Jadi kalau dari pengakuan istri memang korban pernah bercerita kalau ada masalah internal partai. Untuk memperoleh kepastian, pastinya kita akan menyelidiki. Namun saat ini istri korban juga masih dalam kondisi berduka,” sebutnya.

“Mungkin nanti setelah istri korban benar siap baru kita akan panggil untuk dimintai keterangan terkait masalah internal partai yang dimaksudkan, tandasnya. (M-009)

  • Editor: Daton