Resiko Tuberkulosis Masih Ada, Batuk Bukan Melulu COVID-19

sekedar COVID-19, TBC masih mengintai. (foto: pexels)

DENPASAR, MENITINI.COM – Sudah 2 tahun kita hidup dibawah bayang-bayang COVID-19. Batuk pilek dan demam yang merupakan penyakit musiman, menjadi momok sejak kehadiran COVID-19 yang gejalanya sama. Sayangnya, ada satu penyakit dengan gejala utama batuk yang terlupa, Tuberkulosis. Padahal masih banyak sekali kasusnya di Indonesia dan banyak program tahunan yang digalakkan untuk memerangi Tuberkulosis. Bedanya dengan COVID-19 yang diakibatkan virus, Tuberkulosis merupakan infeksi bakteri yang sifatnya kronis. Sebelum lupa dengan penyakit satu ini sekaligus memperingati momen World TB Day 2022 tanggal 24 Maret mendatang, mari kita ulas bersama!

BACA JUGA:  Kemenkes Percepat Deteksi Dini Kanker, Puskesmas Dilengkapi X-Ray Digital dan USG Berbasis AI

Sejarah Tuberkulosis

Tuberkulosis atau TBC merupakan penyakit yang ada sejak puluhan ribu tahun. Dahulu, sebelum jelas penyebabnya, masyarakat mengistilahkan penyakit ini sebagai penyakit yang menggerogoti tubuh. Hal ini karena kekhasan penurunan berat badan yang dramatis dalam waktu singkat. Sebelum tahun 1940-an, antibiotik belum berkembang secara pesat sehingga tidak ada pengobatan yang efektif untuk penyakit ini. Langkah sederhana seperti perbaikan ventilasi ruangan, pemaparan pada udara segar, nutrisi yang baik, dan sinar matahari dianggap membantu kesembuhan. Walau tidak selalu berhasil, regimen inilah yang mendasari banyak berdiri sanatorium sebagai sarana kesembuhan di berbagai tempat.

BACA JUGA:  Obesitas Jadi Pintu Masuk Diabetes, Wamenkes Minta Masyarakat Ubah Cara Pandang
Iklan

BERITA TERKINI

Nelayan Klungkung Terima Bantuan Freezer

KLUNGKUNG,MENITINI.COM – Nelayan di Kabupaten Klungkung kini memiliki solusi untuk menjaga kualitas hasil tangkapan ketika belum seluruhnya terserap pasar. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya

Spanyol Juara Piala Dunia 2026

DENPASAR, Timnas Spanyol resmi dinobatkan sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada partai final yang berlangsung dramatis di Stadion

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, meninjau SMA Negeri 1 Gresik guna mendorong pembentukan generasi muda peduli kelestarian bumi sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

SMAN 1 Gresik Jadi Percontohan Sekolah Peduli Lingkungan

GRESIK,MENITINI.COM – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat mendorong perluasan Program Adiwiyata sebagai upaya membentuk generasi muda yang peduli lingkungan

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top