Banyak Hoax Hepatitis Akut Beredar, Cek Fakta Dulu Sebelum Panik!

cek fakta hepatitis akut - pexels

DENPASAR, MENITINI.COM – Dalam beberapa minggu terakhir, sejumlah kasus hepatitis akut misterius mewabah di seluruh penjuru dunia. Kasus fatal terjadi tidak terkecuali pada negara-negara maju dengan higienitas tinggi seperti Inggris, Irlandia dan Spanyol. Sejumlah kasus terjadi di negara kita sendiri, bahkan sudah banyak kasus yang menyebabkan kematian pada anak. Jakarta masih menjadi episentrum mengingat pusat perawatan anak terbaik terletak di Jakarta. Namun tidak menutup kemungkinan kejadian pada daerah lain yang belum terekspos media. Hingga kini belum ada kepastian penyebab dan penanganan yang optimal termasuk dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun ada beberapa fakta yang berhasil WHO rangkum sembari menunggu update. Mari kita cross-check fakta berikut!

Apa itu wabah hepatitis akut?

Ini adalah istilah untuk menggambarkan peradangan akut pada hati. Berbagai penyebab baik infeksi dan non-infeksi menjadi biang utamanya. Ada 3 jenis utama hepatitis virus akut – hepatitis A, B dan C. Hepatitis virus D dan E lebih tidak biasa, terutama di lingkungan dengan pendapatan per kapita tinggi. Hepatitis akut sebenarnya jarang terjadi pada anak kecil. Namun berbeda dengan wabah saat ini yang masih misterius dengan berbagai tingkat keparahan. Laporan awal kemungkinan peningkatan keparahan pertama datang dari Skotlandia. Kemudian menyebabkan peningkatan status di wilayah lain hingga global. Seiring dengan tingginya pencatatan, terjadi peningkatan pula pada temuan kasus dan termasuk dalam kategori wabah.

BACA JUGA:  Hadapi Hepatitis Akut Bergejala Berat Pada Anak, Kemenkes Perkuat Fasyankes

Seberapa mengkhawatirkan?

Wabah ini harus ditanggapi dengan serius meskipun ini adalah peristiwa yang jarang terjadi. Tanggapan serius bukan berarti diikuti kekhawatiran berlebih. Penelitian lebih lanjut terus berjalan untuk mengidentifikasi kasus tambahan skala luas. Prioritasnya adalah menentukan penyebab penyakit. Ketika penyebab diketahui maka dapat menyempurnakan tindakan pengendalian dan pencegahan. Dengan peningkatan jumlah, masyarakat diharap tidak khawatir karena semakin akurat pencatatan, semakin banyak data yang dapat diteliti dan menghasilkan temuan optimal terkait pengobatan. Terkait dengan perjalanan domestik maupun internasional, sementara ini tidak ada bukti yang menunjukkan peranan hubungan perjalanan dengan penyebaran hepatitis misterius ini.

Hipotesis Penyebab

Berdasarkan studi kasus, sejumlah besar gejala berupa gejala pernapasan, muntah, dan diare pada anak-anak. Kumpulan gejala ini mirip dengan Adenovirus. Sayangnya, hal ini tidak sepenuhnya menjelaskan tingkat keparahan gambaran klinis pada pasien anak. Memang ada laporan kasusnya, namun Adenovirus jarang menjadi penyebab tunggal hepatitis berat pada anak yang sehat. Ada beberapa faktor yang mungkin memicu dan masih dalam penyelidikan. Faktor tersebut adalah peningkatan kerentanan setelah tingkat sirkulasi Adenovirus yang lebih rendah selama pandemi COVID-19, potensi munculnya adenovirus baru, serta koinfeksi SARS-CoV-2.

BACA JUGA:  Burnout Syndrome, Bukan Sekedar Mager Kerja

Apakah wabah terkait dengan COVID-19?

COVID-19 alias SARS-CoV-2 telah terdeteksi dalam beberapa kasus. Sebagian besar kasus tidak menunjukkan infeksi COVID-19 aktif, namun memang ada riwayat sebelumnya. Sayangnya, peredaran COVID-19 saat ini tersebar luas dan menjadika potensi kontribusi virus ini terhadap presentasi klinis tidak jelas. Perlu penelitian lanjutan untuk menyimpulkan ini semua. Dengan update berkala bersama dengan pencarian kasus yang lebih ekstensif makin cepat konfirmasi penyebabnya dan tindakan pengendalian dan pencegahan yang lebih spesifik dapat diterapkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*