Bandara Ngurah Rai Tegaskan Tidak Ada Pembatalan Penerbangan dari Australia

Aktifitas Bandara Ngurah Rai normal
Aktifitas di Bandara Ngurah Rai normal. (Foto Dok. Menitini.com/M-006)

DENPASAR,MENITINI.COM-General Manager PT. Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Handy Heryudhitiawan menegaskan, hingga saat ini pihak Bandara Ngurah Rai Bali tidak menerima informasi pembatalan penerbangan dari Australia ke Bali terkait pengesahan KUHP oleh DPR RI beberapa hari lalu.

Ia mengaku mendapat banyak pertanyaan dari awak media terkait informasi pembatalan penerbangan ke Bali akibat disahkannya KUHP terutama larangan hubungan seks pranikah.

“Kami sama sekali tidak menerima laporan atau data lainnya tentang pembatalan penerbangan dari Australia ke Bali. Terutama, pembatalan penerbangan internasional ke Bali karena pemberlakuan larangan hubungan seksual sebelum pernikahan yang tertampung dalam Kitab Undang – Undang Hukum Pidana (KUHP),” ujarnya di Denpasar, Jumat (9/12/2022).

BACA JUGA:  Hilangkan Kesan Kumuh dan Semrawut, Penataan Pasar Kedonganan Bertahap

Ia menjelaskan, pada prinsipnya yaitu bahwa PT. Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sebuah entitas hukum yang melakukan aktifitasnya berdasarkan hukum yang berlaku. PT. Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali tentunya wajib melakukan kewajiban hukum yang berlaku di Republik Indonesia.

“Terkait dengan adanya larangan hubungan seksual sebelum pernikahan sesuai dengan KUHP, dapat kami sampaikan bahwa PT. Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali tidak masuk dalam ranah tersebut. Kami, selaku pengelola Bandara IGNR Bali, fokus terhadap kesiapan fasilitas sarana dan prasarana serta pelayanan operasional kepada pelanggan kami, seperti maskapai, penumpang, mitra usaha, dan tentunya seluruh stakeholder lainnya,” ujarnya.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Berharap Pariwisata Pulih Lebih Tinggi dari Prapandemi

Berdasarkan informasi yang didapatkan, bahwa terdapat pemberitaan terkait penurunan penerbangan internasional ke Bali, khususnya dari Australia, karena adanya larangan hubungan seksual sebelum pernikahaan sesuai dengan KUHP. “Kami sampaikan bahwa sampai saat ini, kami tidak menerima informasi terkait pembatalan penerbangan tersebut. Sampai dengan saat ini, semua penerbangan internasional baik dari dan ke Bali berjalan dengan normal sesuai jadwal yang disampaikan oleh maskapai yang melayani penerbangan dari Australia ke Bali dan sebaliknya,” urainya.