Bali Targetkan 145 Ribu Kendaraan Listrik Berbasis Baterai di Tahun 2026

Gubernur Bali Wayan Koster memipin peluncuran rencana aksi daerah (RAD) Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Bateri (KBLBB), Kamis (26/1/2023). Foto: M-006)

DENPASAR, MENITINI.COM-Pemerintah Provinsi Bali meluncurkan rencana aksi daerah (RAD) Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Bateri (KBLBB) di tahun 2026. Peluncuran tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Bali di Jaya Sabha Provinsi Bali, Kamis (26/1/2023).

Peluncuran ditandai dengan penekanan tombol dan percobaan kendaraan listrik yang sudah menggunakan baterai. Hadir dalam peluncuran tersebut yakni para bupati seluruh Bali atau yang mewakili, para kepala dinas dari berbagai instansi di Bali serta pihak swasta dan usaha bengkel lainnya. Peluncuran dilakukan dalam rangka mempercepat penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Provinsi Bali. 

Menurut Koster, Bali akan mempercepat penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai di tahun 2026. Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) Untuk Transportasi Jalan dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. “Kenapa ini pertama dilakukan di Bali? Karena Bali sudah dari nenek moyang ingin hidup bersih, hemat, sehat sejahtera. Penggunaan kendaraan berbasis baterai juga merupakan komitmen Bali bersama dengan seluruh stakeholder yang ada untuk menjaga Bali agar udaranya bersih, perawatan mudah, murah, operasional lebih rendah, tidak mengotori alam Bali,” ujarnya.

Tahun 2026, ditargetkan akan ada 145 ribu kendaraan bermotor yang sudah menggunakan baterai baik roda dua maupun roda empat. Ia menilai target ini sangat kecil karena di Bali jumlah kendaraan sampai jutaan. Target 145 ribu kendaraan tersebut sudah mulai dikerjakan sejak saat ini. Unit kendaraan yang dimaksud bukan hanya kendaraan yang baru saja dibeli, tetapi kendaraan yang saat ini pun sudah bisa dialihkan menjadi kendaraan dengan tenaga baterai.

“Teknologi sudah ada. Peralatan sudah ada. Bengkel modifikasi dari kendaraan biasa ke tenaga baterai sudah ada. Jadi tidak perlu membeli kendaraan yang baru. Kendaraan yang lama juga bisa dimodifikasi dengan tenaga baterai,” ujarnya.

Usai peluncuran tersebut, Koster meminta kepada seluruh ASN di Bali mulai dari provinsi dan kabupaten dan kota agar menjadi contoh penggunaan kendaraan berbasis baterai. Juga karyawan BUMN, BUMD, kampus, mahasiswa dan dosen, komunitas otomotif harus menjadi contoh bagi masyarakat umum. Sebab ini adalah bagian dari perubahan tersebut.

“Kita ingat di desa-desa jaman dulu, awalnya orang memasak dengan menggunakan kayu bakar, kemudian kompor minyak, kompor gas. Saatnya sekarang beralih ke baterai. Ini bagian dari perubahan tersebut,” ujarnya. Saat ini infrastruktur baterai sudah mulai dipersiapkan, bengkel untuk pemasangan tenaga baterai juga sudah disiapkan. M-006