AMBON, MENITINI.COM – Balapan liar yang terjadi di malam hari sangat meresahkan warga. DPRD Kota Ambon angkat bicara dan meminta para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka, menyusul maraknya aktivitas negatif yang melibatkan kalangan remaja.
Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kota Ambon, Morits Librecht Tamaela, S.E sebagai bentuk pengungkapan atas meningkatnya keterlibatan remaja dalam kegiatan yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
“Balap liar ini sudah menjadi seperti tradisi dan eskalasinya kerap meningkat di bulan puasa. Nah, saya minta orang tua itu peka. Tingkatkan pengawasan terhadap anak masing-masing. Karena balap ini kebanyakan dimonopoli oleh para remaja atau anak muda,” kata Ketua DPRD Kota Ambon kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).
Ia menilai lemahnya pengawasan keluarga menjadi salah satu faktor utama maraknya keterlibatan remaja dalam aksi balap liar. Selain mencari sensasi dan pengakuan dari lingkungan pergaulan, para remaja ini juga dinilai kurang mendapatkan edukasi terkait keselamatan berkendara.
“Sehingga peran orang tua itu sangat penting. Jangan sampai anak keluar rumah hingga larut malam tanpa pengawasan. Ini bukan hanya soal pelanggaran hukum, tapi juga keselamatan jiwa,” ucapnya.
Ia juga berharap agar pihak kepolisian Polda Maluku maupun Polresta Ambon untuk dapat melakukan tindakan preventif dalam hal pencegahan aksi balap di malam hari.
“Karena lokasinya kan sudah terdeteksi. Biasanya itu di jalan Pattimura hingga merebak pada beberapa lokasi di luar kota. Polisi harus tingkatkan metode operasi misalnya patroli malam atau menempatkan petugas di wilayah yang sering dijadikan balapan tersebut,” sebutnya.
Politisi NasDem mengatakan, aksi balap liar punya dampak yang sangat besar. Bukan saja masalah gangguan tapi juga gangguan kenyamanan orang, dan berdampak pada gangguan Kamtibmas.
“Kalau dari aksi itu ada yang jatuh dan terjadi hipotek, maka ini dapat berefek pada dirisendiri. Kami berharap polisi dapat melihatnya dengan melakukan tindakan pencegahan,” tutupnya. (M-009).
- Editor: Daton









