Antrean Panjang di SPBU Ambon, Dipicu Isu Kenaikan BBM

Antrean panjang disalah satu SPBU di Kota Ambon.
Antrean panjang disalah satu SPBU di Kota Ambon.
AMBON, MENITINI.COM – Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang beredar di tengah masyarakat memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Ambon dalam beberapa hari terakhir.
Pantauan di lapangan menunjukkan kendaraan roda dua dan roda empat mengular hingga ke badan jalan sejak pagi hari. Kondisi ini menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas utama kota serta mengganggu aktivitas masyarakat.
Warga terlihat rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM, khususnya jenis Pertalite. Bahkan, sebagian pengendara memilih beralih ke pengecer karena tidak sanggup menunggu lama di SPBU.
Fenomena ini diduga dipicu oleh kepanikan masyarakat setelah beredarnya informasi terkait rencana kenaikan harga BBM. Di berbagai daerah, isu serupa juga terbukti mendorong warga melakukan pembelian lebih awal sebagai langkah antisipasi.
Namun demikian, pihak Pertamina menegaskan bahwa informasi kenaikan harga BBM tersebut tidak benar dan meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan.
Selain itu, lonjakan antrean juga dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas masyarakat pasca libur serta faktor teknis di SPBU.
Pantauan media ini, antrean panjang terjadi
Pada Senin (30/3/2026) dan Selasa (31/3/2026), sejumlah SPBU di Kota Ambon seperti yang berada di Kelurahan Rijali, Tanah Rata, Wayame, Pantai Mardika, Soa Bali, Galala, serta Kebun Cengkeh mengalami antrean panjang kendaraan yang ingin mengisi BBM.
Antrean bahkan mencapai puluhan hingga ratusan meter, menyebabkan kemacetan di ruas jalan utama. Selain itu, pedagang BBM eceran di beberapa titik juga melaporkan kehabisan stok.
Penyebab antrean panjang ini adalah kombinasi beberapa faktor, antara lain lonjakan permintaan setelah masa libur panjang dan hari pertama aktivitas normal (work from office dan masuk sekolah), serta persebaran informasi hoaks mengenai kenaikan harga BBM mulai 1 April 2026 yang memicu masyarakat untuk membeli BBM secara berlebihan.
Namun, pihak berwenang telah memberikan klarifikasi bahwa stok BBM di Kota Ambon dan Provinsi Maluku secara keseluruhan tetap aman dan mencukupi, distribusi juga berjalan lancar.
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, serta pihak Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Selain itu, Tenaga Ahli Menteri ESDM sekaligus Komisaris PT Pertamina International Shipping, Michael Wattimena, juga menegaskan bahwa kabar kenaikan harga BBM pada 1 April 2026 adalah hoaks. (M-009)
  • Editor: Daton
BACA JUGA:  JPU Tuntut Dua Orang Pemuda Pengedar Narkoba Enam Tuhan Penjara 
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top