WRI Indonesia: Setiap Rp1 Subsidi Trans Metro Dewata Hasilkan Rp1,88 Aktivitas Ekonomi

Diskusi Pekan Iklim Bali 2026 yang digelar pada 13 Oktober 2026. Dalam forum tersebut, sejumlah pihak menyoroti pentingnya dukungan pemerintah daerah untuk memastikan layanan transportasi publik, termasuk Trans Metro Dewata (TMD), dapat terus beroperasi.
Diskusi Pekan Iklim Bali 2026 yang digelar pada 13 Oktober 2026. Dalam forum tersebut, sejumlah pihak menyoroti pentingnya dukungan pemerintah daerah untuk memastikan layanan transportasi publik, termasuk Trans Metro Dewata (TMD), dapat terus beroperasi.

Selain pendapatan dari tiket, TransJakarta juga mengembangkan sumber pendapatan non-tiket (non-farebox) melalui pemanfaatan aset, peluang bisnis di halte, penjualan merchandise, serta produk digital.

Diversifikasi pendapatan tersebut dinilai dapat membantu memperkuat pembiayaan operasional dan mengurangi ketergantungan pada subsidi pemerintah.

Usulan Alokasi 5 Persen APBD

Country Director Arup Indonesia, Silvia Halim, menekankan bahwa pembangunan transportasi publik membutuhkan waktu, regulasi yang kuat, kelembagaan yang jelas, dan pendanaan konsisten.

Ia mencontohkan TransJakarta yang beroperasi sejak 2004 dan Trans Semarang sejak 2009. Perkembangan kedua layanan tersebut menunjukkan pentingnya komitmen pemerintah dalam jangka panjang.

BACA JUGA:  KAI Daop 8 Surabaya Sesuaikan Tarif Khusus Mulai 12 Oktober 2026

Menurut Silvia, pemerintah pusat perlu ikut mendorong pengembangan transportasi publik di daerah yang memiliki keterbatasan fiskal. Pemerintah daerah juga dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat maupun BUMN di sektor transportasi.

“Hal pertama yang bisa menjadi komitmen yang diusulkan adalah earmarking 5 persen dari APBD, serta pembentukan kelembagaan daerah berupa BUMD dan dilanjutkan peningkatan sumber daya manusianya untuk dapat mengoptimalkan peluang pendapatan BUMD,” ujarnya.

Diskusi Pekan Iklim Bali 2026 tersebut menegaskan bahwa keberlanjutan transportasi publik di Bali memerlukan kebijakan lintas sektor, dukungan pendanaan yang pasti, serta kepemimpinan daerah yang menempatkan transportasi umum sebagai prioritas pembangunan.

BACA JUGA:  Wamenaker: Sertifikasi Kompetensi Pekerja BUMN Harus Berbasis Kemampuan Nyata

Dengan dukungan tersebut, transportasi publik diharapkan tidak hanya meningkatkan aksesibilitas masyarakat, tetapi juga membantu mengurangi emisi dan menjaga keberlanjutan pariwisata Bali.

Halaman 4 dari 4
Scroll to Top