AMBON, MENITINI – Sebanyak 5 wilayah di Provinsi Maluku berpeluang terjadi gelombang tinggi akibat adanya bibit siklon tropis 92P.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Mujahidin menjelaskan bibit siklon terpantau berada di Teluk Carpentaria.
“Bibit siklon tropis 92P itu di Teluk Carpentaria dan berpotensi terjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dalam ketagori rendah,” kata Mujahidin, dalam keterangan pers, Minggu (8/3/2026).
Teluk Carpentaria merupakan laut dangkal yang terhubung dengan Laut Arafuru di bagian utara.
Lebih lanjut, bibit siklon itu memicu terbentukanya daerah konvergensi dan konfluensi di Perairan Maluku bagian selatan.
Pola angin yang bergerak dari arah barat hingga barat laut memiliki kecepatan 6-25 knot.
Yakni di wilayah perairan barat Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Babar, Laut Arafura Bagian Barat, perairan timur Kepulauan Tanimbar dan Laut Arafuru bagian tengah.
“Tinggi gelombang 2,5 – 4 meter atau termasuk kategori tinggi terjadi di lima wilayah tersebut,” sebutnya.
Hasil prakiraan gelombang tinggi tersebut berlaku pada 8 -11 Maret 2026.
Itu diperoleh berdasarkan perhitungan model cuaca yang mengintegrasikan data atmosfer riil dan gelombang laut.
Keberadaan bibit siklon tropis dapat secara signifikan meningkatkan ketinggian gelombang laut, karena perbedaan tekanan udara yang signifikan.
Dengan adanya peringatan dini potensi gelombang tinggi itu, BMKG Martirtim Ambon meminta warga di pesisir untuk tidak melakukan aktivitas di laut.
Kondisi itu berisiko bagi perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. (M-009).









