“Jadi, Bali ini adalah wajah Indonesia. Bali ini adalah kesan pertama Wisman saat tiba di Indonesia. Ini harus kita jaga baik-baik,” kata Wapres.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga momentum kunjungan wisatawan pada Kuartal I 2026. Rangkaian libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru, Imlek, hingga menjelang Lebaran dan libur sekolah dinilai menjadi peluang emas untuk mendongkrak angka kunjungan.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi masukan langsung dari para pelaku usaha. Ia berharap berbagai pandangan tersebut menjadi dasar penguatan kebijakan pariwisata nasional agar semakin berdaya saing dan berkelanjutan.
“Kami berharap pandangan yang disampaikan dapat menjadi fondasi penguatan kebijakan untuk pengembangan pariwisata Indonesia yang semakin maju, berdaya saing, dan berkelanjutan,” kata Menteri Widiyanti.
Terkait persoalan sampah, Kementerian Pariwisata tengah menyiapkan instalasi pengolahan sampah berbasis Waste to Energy (WtE) di tiga daerah, termasuk Bali yang dijadwalkan memulai prosesnya pada Maret 2026.
“Kami harap Pak Gubernur jangan menutup dulu TPA Suwung, sampai program Waste to Energy benar-benar jalan,” ujarnya menanggapi keluhan pelaku usaha.
Selain itu, pemerintah juga memberikan sejumlah insentif untuk menekan tingginya harga tiket domestik. Diskon tiket pesawat kelas ekonomi sebesar 17–18 persen telah ditetapkan, disertai potongan harga tiket kereta api 30 persen, diskon tiket kapal laut 30 persen, serta pembebasan tarif jasa pelabuhan angkutan penyeberangan.
Menteri Pariwisata menegaskan, seluruh masukan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, serta pelaku wisata dan UMKM semakin solid demi kemajuan pariwisata nasional.*
- Editor: Daton









