Wagub NTT Nai Soi Dinobatkan Sebagai “Anak Tanah” Lamaniat

Wagub Nae Soi saat dinobatkan sebagai "Anak Tanah" Lewo Lamaniat, Wailebe, Flotim

JANJI BANGUN JALAN TRANS ADONARA

LARANTUKA, MENITINI.COM Wakil Gubernur NTT, Yoseph Nae dinobatkan sebagai anak Lewo Lamaniat Desa Wailebe Kecamatan Wotan Ulunmado, Adonara, Kabupaten Flores Timur (Flotim)  Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penobatan sebagai “anak tanah” setempat dilakukan secara seremoni adat desa setempat saat Wagub Nae Soi melakukan kunjungan kerja ke Wailebe, Sabtu (9/8/2019). 

Pantauan MENITINI, Wagub Nai Soi beserta rombongan bertolak dari Pelabuhan Larantuka  menumpang KM. Mutiara Sandakan dan tiba di  Wailebe disambut meriah masyarakat setempat dengan penjemputan mulai di depan pintu masuk JTP Wailebe dalam acara seremonial adat, suguhan sirih pinang, arak, tembakau dan pengalungan selendang dilanjutkan pengantaran menuju rumah Suku Belen.

Disana rombongan disambut Kepala Suku, Simon Senuker Belen dan Kerabat Suku. Wagub Nai Soi diangkat dan dinobatkan sebagai anak Lewo Lamaniat Desa Wailebe dengan ceremoni adat setempat.  Kehadiran Wagub ditempat itu sekaligus memenuhi janjinya saat kampanye sebelum terpilih menjadi Wakil Gubernur NTT

Dalam kunjungan ini Wagub menjanjikan akan membangun jalan trans Adonara dari Baniona – Waiwerang yang selama ini belum dikerjakan dan juga perpanjangan Jembatan Tambatan Perahu (JTP) yang ada di Wailebe.

BACA JUGA:  Patung Bunda Maria

Turut bersama rombongan kunker ini Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli SH, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Flores Timur, Ny. Lusia Hadjon, Camat Wotan Ulumado, Silvester Kopong dan beberapa SKPD lainnya.

Wabup Flotim, Agustinus Payong Boli, SH dalam kunker Wagub NTT ini meminta Pemerintah Provinsi NTT membantu masyarakat dalam menyelesaikan pekerjaan hotmix jalan trans Adooara dari Baniona menuju ke Waiwerang karena jalan tersebut hinngga saat ini belum selesai dikerjakan. Wabup juga meminta kepada wagub untuk perpanjangan areal JTP Wailebe yang sudah tidak memenuhi lagi standart berlabuh perahu karena pada saat pasang surut,  JTP tak dapat  ditambatkan secara permanen.  “Masih banyak ruas jalan dari Baniona  ke Waiwerang  dalam kondisi yang rusak parah. Kami meminta pak Wagub untuk bisa memperhatikan ruas jalan provinsi tersebut . Demikian juga dengan jembatan tambatan perahu ini untuk diperpanjang badannya sesuai dengan standar,” tutur Wabup Agus Boli.

Permintaan Wabup Flotim ini cukup beralasan mengingat transportasi darat dan laut merupakan sarana penghubung utama di Kabupaten Flores Timur yang adalah salah satu kabupaten yang terdiri dari pulau – pulau.   “Flores Timur kan kabupaten kepulauan sehingga kita meminta Wagub untuk memperhatikan kondisi jalan di Adonara terutama di Baniona menuju ke Waiwerang. Sedangkan transportasi lautnya kita minta untuk perpanjangan JTP Wailebe karena merupakan tempat transit yang membantu masyarakat dari Waiwerang dan Adonara umumnya untuk menyeberang dengan kapal motor menuju Larantuka,”ujarnya.

BACA JUGA:  Kebaya Diajukan Jadi Warisan Budaya UNESCO, Intip 12 Pendahulunya!

Menanggapi permintaan Wabup Flotim itu, Wagub Nae Soi mengiyakan dan menyanggupi pengerjaan dua proyek besar tersebut yang akan dikerjakan pada Tahun Anggaran 2020.  “Saya jamin tahun depan kedua proyek itu akan kita anggarkan. Saya mantan Komisi V DPR RI yang membidangi pelabuhan, jalan raya, perumahan rakyat, jadi saya menyanggupi itu, dengan catatan kalau provinsi tidak ada uang maka saya akan pergi ke teman-teman saya di DPR RI untuk minta bantuan mereka disana,” ujar Wagub Nae Soi meyakinkan.

Demikian halnya dengan perbaikan jalan Baniona – Waiwerang, Wagub Nae Soi juga akan mengerjakannya karena jalan tersebut pernah dijanjikannya dalam masa kampanye setahun yang lalu. “Adik wakil mengenai jalan ini juga saya menyanggupinya karena jalan  ini merupakan janji saya kepada adik wakil tahun lalu. Dan jalan ini juga akan dibangun pada tahun 2020 juga,” terang Wagub Nae Soi. simone

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*