GIANYAR,MENITINI.COM-Untuk mengurai kemacetan yang terjadi di Ubud, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gianyar melakukan rekayaasa lalulintas di Catus Pata Ubud.
Kepada media, Kadishub Gianyar, Made Arianta, Rabu (29/1/2025) menjelaskan sosialisasi sudah dilaksanakan mulai 20 Januari hingga 3 Februari 2025. Penerapan rekayasa ini dilaksanakan mulai 4 Februari 2025 dimana sejak penerapan itu tidak ada lagi toleransi bagi pengendara untuk berdalih tidak mengetahui adanya perubahan rekayasa ini. Bagi pelanggar, dipastikan akan ditindak tegas dengan sanksi.
“Sosialisasi sudah kami laksanakan sejak 20 Januari dan hingga kini masih berproses hingga 3 Februari mendatang. Selain sosialisasi melalui uji coba di lapangan, kami juga mengeluarkan surat edaran yang disampaikan ke semua stakeholder,” ungkap I Made Arianta.
Detail rekayasa lalu lintas meliputi lebih arus lalu lintas dari Jalan Suweta menuju Catus Pata. Untuk mengurai kemacetan lantaran banyaknya kendaraan yang saling silang, kendaraan dari arah Jalan Suweta diwajibkan belok kiri atau ke arah timur di Jalan Cok Sudarsana yakni Jalan Raya Ubud. Sehingga tidak lagi ada kendaraan yang belok ke kanan yang kerap saling silang dengan kendaraan yang datang dari arah Jalan Monkey Forest.
“Dari perubahan rekayasa ini, akan lebih efektif mengurai kemacetan,” terangnya.
Lanjutnya, untuk kendaraan yang datang dari arah Jalan Monkey forest tidak lagi diperbolehkan lurus menyeberangi Catus Pata menuju Jalan Suweta. Memasuki jalan Suweta hanya diperkenankan bagi kendaraan dari arah barat di Jalan raya Ubud.

