“Intinya bukan mempercepat kendaraan secara instan, tetapi menyeimbangkan volume lalu lintas dengan kapasitas jalan yang tersedia,” ujarnya, Rabu (7/1).
Selama masa uji coba, Dishub Badung melakukan pemantauan harian dengan mengumpulkan data volume kendaraan pada berbagai rentang waktu. Hasil pemantauan menunjukkan masih adanya hambatan di beberapa mulut simpang, yang kemudian menjadi dasar rekomendasi penanganan lanjutan melalui perbaikan fisik jalan.
Beberapa titik yang masuk dalam rencana penyempurnaan antara lain pelebaran geometrik simpang di Jalan Mertanadi Utara, tepat di sisi barat LP, serta pelebaran mulut simpang di pertemuan Jalan Pengubengan Kauh dan Jalan Intan pada sisi utara LP. Menurut Yuda Darma, setelah kendaraan melewati area simpang, arus lalu lintas relatif stabil—padat lancar pada jam sibuk dan mengalir normal saat volume kendaraan seimbang dengan kapasitas jalan.
Pola satu arah yang diterapkan dalam MRLL juga mulai menunjukkan dampak positif di ruas-ruas yang selama ini dikenal sebagai titik rawan macet, seperti Jalan Batubelig, Jalan Petitenget, Jalan Raya Kerobokan Taman, hingga koridor Kerobokan–Semer arah selatan. Waktu tempuh di jalur tersebut dilaporkan lebih singkat meskipun pengendara harus menempuh jarak yang sedikit lebih panjang.









