TPS 3R Uma Asri Layani 1808 Pelanggan, Pengelolaan Sampah Terjadwal

Pekerja memilah sampah organis dan unorganik di TPS 3R Uma Asri Ubung Kaja. (Foto: M-003)
Pekerja memilah sampah organis dan unorganik di TPS 3R Uma Asri Ubung Kaja. (Foto: M-003)

DENPASAR,MENITINI.COM-Melayani ribuan pelanggan sampah empat banjar di Kelurahan Ubung Kaja, Denpasar, Bali, TPS 3R Uma Asri melakukan dengan pola yang terjadwal bagi masing-masing pelanggannya.

Riandy Arya Satria, Manajer Operasional TPS 3R Uma Asri mengatakan pihaknya bersama Bank Sampah Sesana Merta menangani sebanyak 1.808 pelanggan khusus area Ubung Kaja saja. Ada 4 banjar yang menjadi pelanggan yaitu Banjar Uma Sari, Petangan Gede, Pemangkalan, dan Lili Gundi.

“Kita mengelola sampah di sini dengan metode secara terjadwal. Beda dengan kota yang punya jadwalnya sendiri, kita juga punya jadwalnya sendiri menyesuaikan wilayah di sini,” kata Rian di sela-sela kunjungan Jaringan Jurnalis Peduli Sampah (J2PS) Senin (14/11/2022).

Setiap hari di tempat ini ada tiga jenis sampah yang dibawa oleh pelanggan dari empat banjar secara berbeda-beda. “Contoh, banjar A, Senin daur ulang, banjar B organik, banjar C-nya residu. Jadi ketiga space terisi. Ngga ada penumpukan di satu titik,” kata Rian.

BACA JUGA:  Tangani Sampah, Bali Studi Banding ke TPA Jabon Sidoarjo

Sementara untuk pengolahannya, masing-masing sampah sudah ada tim yang menangani baik yang daur ulang, organik dan residu. “Untuk sampah daur ulang, diambil dari warga, dibawa ke TPS oleh swakelola banjar. Begitu datang, kemudian didrop, droping point, sorting point, dan selling point. Kita ada tempat penjualan di sini. Itu untuk daur ulang, se-simple itu,” urainya.

Untuk sampah organik dikatakan prosesnya juga sama, yakni begitu sampah datang diangkut oleh banjar selanjutnya di droping, dilakukan pencacahan dan dijual. “Saat ini kita bekerja sama dengan salah satu perusahaan besar, PT WAE sebagai offtaker penerima cacahan organik untuk kapasitas besar. Bukan sekilo, 2 kilo, tapi 1 truk. Kalau sudah sesuai standarnya, kita kirimkan ke pabrik. Cacahan organik sebagai bahan pokok pembuatan kompos atau pupuk,” bebernya.

BACA JUGA:  Pengurangan Sampah Organik di Yogyakarta Diintensifkan melalui Biopori

Namun tak semua sampah organik menurutnya bisa dimasukkan ke dalam mesin pencacah karena bila tidak dipilah dapat menimbulkan kerusakan pada mesinnya. “Yang tidak bisa kita masukkan ke mesin adalah ranting, batok kelapa, dan bambu, biar pun itu organik tidak bisa kita masukkan. Terlalu keras. Mesinnya rusak. Selain itu, bisa kita olah,” kata Rian.

Ditanya terkait bagaimana dengan sampah berupa sisa makanan, Rian mengatakan dapat dibuat menjadi kompos. “Kita buat juga sedikit kompos dari sisa makanan. Biar ada juga kita buat komposnya. Tapi itu tidak jadi fokus utama. Yang akan kita jadikan fokus utama adalah cacahan organik,” jelasnya.

Dalam hal penanganan sampah plastik TPS 3R Uma Asri menjualnya ke Eco Bali sebagai partnernya. “Plastik, botol, multi layer, dus, kaleng, styrofoam yang di tempat lain tak mau menerima, kita bisa menerima. Kalau botol berisi tanah, pengepul gak mau, tapi kami menerima. Truk Eco Bali yang jemput ke sini mengambil,” rincinya.

BACA JUGA:  Pemerintah, Produsen, Pelaku Daur Ulang Dukung Keberadaan J2PS 

Ryan menambahkan kapasitas dari TPS 3R ini dalam pengelolaan sampah sebanyak 5 ton per harinya.
“Volume sampahnya 2 ton organik, 1 ton daur ulang, 2 ton di residu,” sebutnya.