“Resik artinya bersih, tertib. Semua instansi harus memimpin. Anak sekolah enggak apa-apa, pagi-pagi 10 menit atau 15 menit,” ujarnya.
Presiden menekankan bahwa penanganan sampah menjadi kunci keberlanjutan sektor pariwisata dan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, lingkungan yang kotor akan merusak daya saing daerah.
“Bagaimana kita mau harapkan pariwisata kalau lingkungan kita jorok dan kotor,” kata Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyinggung upaya memperindah lingkungan permukiman melalui gagasan proyek “gentengisasi” untuk mengurangi penggunaan atap seng yang dinilai panas dan kurang estetis.
“Seng itu panas dan berkarat. Tidak mungkin Indonesia indah kalau semuanya dari seng,” tandasnya.
Presiden berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan, wajah permukiman Indonesia menjadi lebih bersih, sehat, dan layak huni seiring percepatan penanganan sampah dan pembenahan lingkungan.*
- Editor: Daton









