AMBON, MENITINI – Perjalanan laut yang semula bertujuan menyelamatkan anggota keluarga yang sakit justru berujung kecemasan.
Tiga warga Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, dilaporkan hilang kontak setelah bertolak menggunakan speedboat dari Desa Air Kasar menuju Pulau Gorom, Sabtu (10/10/2026).
Hingga Minggu (11/10/2026), keberadaan Aci Rumadai, Lahya Rumalolas, dan Ramon Rumbaru masih belum diketahui.
Ketiganya tak kunjung tiba di tujuan, meski perjalanan laut dalam kondisi normal diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar empat jam.
Keluarga yang mulai dilanda kecemasan berusaha menghubungi ketiganya melalui telepon seluler.
Namun, upaya tersebut tak membuahkan hasil karena nomor telepon para korban sudah tidak aktif atau tidak dapat dihubungi.
Hilangnya kontak ketiga warga ini pun memunculkan kekhawatiran akan keselamatan mereka di tengah perjalanan laut.
Berawal dari Perjalanan Mengantar Anggota Keluarga yang Sakit
Berdasarkan laporan Polsek Pulau Gorom, rangkaian perjalanan tersebut bermula pada Jumat (9/10/2026).
Saat itu, rombongan keluarga berangkat dari Pulau Gorom menuju Desa Keta, Kecamatan Siritaun Wida Timur, untuk membawa salah satu anggota keluarga yang sedang sakit agar mendapatkan penanganan medis.
Namun, perjalanan mereka sempat terkendala cuaca buruk berupa kabut tebal.
Kondisi tersebut membuat rombongan terpaksa singgah di wilayah Air Kasar, Kecamatan Tutuk Tolu.
Dari lokasi itu, anggota keluarga yang sakit bersama sebagian rombongan memutuskan melanjutkan perjalanan menuju Kota Bula untuk memperoleh pengobatan.
Sementara itu, Aci Rumadai, Lahya Rumalolas, dan Ramon Rumbaru memilih kembali ke Pulau Gorom pada Sabtu pagi sekitar pukul 07.00 WIT menggunakan sebuah speedboat.
Perahu cepat tersebut diketahui memiliki kombinasi warna kuning, putih, dan biru dengan tulisan “DD ADM ADAR”.
Akan tetapi, perjalanan pulang yang diperkirakan hanya memakan waktu beberapa jam itu justru berakhir tanpa kabar. Ketiganya tak kunjung tiba di Pulau Gorom, sementara keberadaan speedboat yang mereka gunakan juga belum diketahui.
Empat Jam Perjalanan, Berujung Hilang Kontak
Waktu tempuh yang melampaui perkiraan normal membuat keluarga semakin khawatir.
Berbagai upaya menghubungi para korban telah dilakukan, tetapi belum ada jawaban yang memberikan kepastian mengenai kondisi mereka.
Kapolsek Pulau Gorom, Ipda Mohamad Ali Kelian, membenarkan adanya laporan kehilangan kontak terhadap ketiga warga tersebut.
“Berdasarkan keterangan keluarga, waktu tempuh perjalanan laut dari Air Kasar menuju Pulau Gorom dalam kondisi normal diperkirakan sekitar 4 (empat) jam,” ujar Ali Kelian dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, kepolisian telah mendata identitas para korban serta menghimpun informasi mengenai ciri-ciri speedboat yang digunakan.
Aparat juga terus menjalin komunikasi dengan keluarga korban untuk memperoleh informasi tambahan yang dapat membantu proses pencarian.
Basarnas Dikoordinasikan, Nasib Tiga Warga Belum Diketahui
Kepolisian turut berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), guna mendukung upaya pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR).
Informasi mengenai identitas korban, waktu keberangkatan, rute perjalanan, serta ciri-ciri speedboat menjadi bagian penting dalam penelusuran keberadaan ketiganya.
Hingga berita ini diturunkan pada Minggu (11/10/2026), belum ada informasi yang memastikan lokasi maupun kondisi Aci Rumadai, Lahya Rumalolas, dan Ramon Rumbaru.
Keluarga masih menanti kabar, sementara tanda tanya mengenai keberadaan tiga warga tersebut menyelimuti perjalanan laut dari Air Kasar menuju Pulau Gorom.
Apa yang sebenarnya terjadi di tengah perjalanan mereka? Hingga kini, penyebab hilangnya kontak ketiga warga itu belum diketahui dan masih menunggu perkembangan informasi dari pihak berwenang. (M-009)
- Editor: Daton

