Tiga Tahun Beroperasi, Seluruh Operasi dan Perawatan Whoosh Kini Ditangani SDM Indonesia

Tiga Tahun Beroperasi, Seluruh Operasi dan Perawatan Whoosh Kini Ditangani SDM Indonesia
Tiga Tahun Beroperasi, Seluruh Operasi dan Perawatan Whoosh Kini Ditangani SDM Indonesia

JAKARTA,MENITINI.COM – Kereta Cepat Whoosh memasuki tahun ketiga operasional dengan pencapaian penting dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Sejak September 2026, seluruh kegiatan operasi dan perawatan kereta cepat tersebut telah sepenuhnya ditangani oleh tenaga kerja Indonesia setelah melalui proses transfer pengetahuan bersama tenaga profesional asal Tiongkok selama tiga tahun.

Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam penguasaan teknologi perkeretaapian berkecepatan tinggi oleh SDM Indonesia, sekaligus menandai berakhirnya pendampingan langsung tenaga profesional Tiongkok dalam operasional dan perawatan Whoosh.

Proses transfer pengetahuan telah berlangsung sejak 2023 melalui pendampingan tenaga profesional Tiongkok yang tergabung dalam Operation and Maintenance Consortium (OMC). Pada awal operasional, tenaga profesional tersebut terlibat langsung dalam pengoperasian dan perawatan Whoosh sekaligus mendampingi tenaga kerja Indonesia.

BACA JUGA:  Dilantik jadi Menlu, Arrmanatha Nasir Punya Harta Rp16,27 Miliar

Seiring meningkatnya kompetensi SDM Indonesia, jumlah tenaga pendamping dikurangi secara bertahap hingga seluruhnya menyelesaikan masa tugas dan kembali ke Tiongkok pada Agustus 2026.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa operasional Whoosh tidak hanya menghadirkan transportasi modern, tetapi juga mendorong penguasaan teknologi kereta cepat oleh tenaga kerja nasional.

BACA JUGA:  Prabowo Beri Taklimat kepada 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

“Melalui proses transfer pengetahuan yang terstruktur selama tiga tahun, tenaga Indonesia kini telah mampu menjalankan seluruh kegiatan operasi dan perawatan Whoosh secara mandiri. Ini merupakan pencapaian penting yang membuktikan kemampuan SDM Indonesia dalam menguasai teknologi perkeretaapian berkecepatan tinggi,” ujar Eva.

Halaman 1 dari 3
Scroll to Top