Minggu, 14 Juli, 2024

Ilustrasi Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP). (net)

PIRU,MENITINI.COM-Puluhan tenaga honorer Satuan Polisi Pamong Praja  (SatPol PP) dan Damkar Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menguruduk Kantor Bupati setempat, Senin (18/9/2023). Dalam aksinya itu mereka memalang Kantor Satpol PP.

Aksinya itu terbilang sangatlah berani karena sempat memalang Kantor Satpol PP. Tindakan mereka itu dipicu, akibat belum dibayarkan gaji mereka selama tiga bulan yakni, Juni-Agustus 2023.

Sebelumnya, para tenaga honorer ini dirumahkan sejak 4 September 2023. Saat dirumahkan, mereka telah menerima gaji selama lima bulan (Januari-Mei 2023) dengan nilai Rp. 1.600.000 per bulan.

‘’Yang kami pertanyakan kemana sisa hak kami untuk bulan Juni, Juli dan Agustus 2023. Mengapa kami belum menerima gaji kami,’’ tandas Anthony Uspesy, salah satu tenaga honorer Satpol PP.

BACA JUGA:  Siap-siap, Gaji Dipotong 3% untuk Simpanan Wajib Tabungan Perumahan

Menurut Anthony, Kasat Satpol PP dan Damkar SBB, Albertho Maulani sudah berjanji akan melunasi sisa gaji mereka untuk tiga bulan berikut. ‘’Namun sampai tanggal 18 September 2023 janji itu tidak teralisir. Itu alasan kami kemudian melakukan aksi,’’ sebut Anthony.

Tak hanya menyampaikan aspirasi, para Satpol PP ini kemudian ramai-ramai melakukan aksi dengan memalang pintu Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) dan Damkar.

Setelah melakukan berbagai aksi, Pejabat Bupati SBB, Andy Chandra As’addudin kemudian menemui perwakilan mereka.

Saat pertemuan, Andy Chandra menyebutkan kalau Sesuai SK Penjabat Bupati SBB tahun 2023, gaji yang dibayarkan dari bulan Januari sampai Agustus 2023 sebanyak Rp. 8 juta per orang. Atau setiap hononer mendapat Rp. 1 juta per bulan.

BACA JUGA:  Ratusan Fans Belanda di Kota Ambon Gelar Pawai Mengiringi Kemenangan Tim Orange 

Hanya saja, karena para pegawai sudah menerima gaji selama 5 bulan dengan riancian Rp. 1,6 juta per bulan, maka sudah dianggap lunas. Sebab setiap pegawai sudah menerima total sebanyak Rp. 8 juta.

Para pendemo menilai Kasat Satpol PP selama ini tidak memberikan penjelasan secara transparan, sehingga mereka sengaja memalang pintu kantor tersebut.

Setelah melakukan aksinya, mereka kemudian membubarkan diri. Saat aksi berlangsung, Kasat Satpol PP dan Damkar SBB, Albertho Maulani sengaja meninggalkan ruangannya. (M-009)

  • Editor: Daton