Tidak Pandang Bulu, Pria Juga Beresiko Kanker Payudara

ilustrasi waspada kanker payudara pria
Iilustrasi waspada kanker payudara pria. (MENITINI/Istimewa)

DENPASAR, MENITINI.COM – Masih segar diingatan kita mengenai informasi yang dibagikan salah satu pembawa acara sekaligus aktor Robby Purba beberapa waktu lalu. Bagi yang belum mendengar, MC kondang kelahiran Lampung ini terdiagnosis dengan kanker payudara dan harus menjalani operasi pengangkatan jaringan payudara. Beliau rupanya bukan kasus pertama, sebelum beliau sudah ada public figure Melky Goeslaw yang menderita penyakit serupa.

Mungkin Anda bertanya-tanya, bagaimana bisa seorang pria mengalami kanker payudara?

Tentu saja bisa.

Perlu diingat bahwa pria juga memiliki jaringan payudara walaupun tidak tumbuh seperti pada wanita. Data dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention) menunjukkan 1 dari 100 pria di Amerika Serikat beresiko mengalami kanker payudara. Jenis kanker payudara yang dialami pria sama dengan wanita yaitu invasive ductal, invasive lobular dan ductal in situ. Cara membedakan jenis kanker ini melalui pemeriksaan fisik dan diagnostik berupa USG payudara dan pemeriksaan jarum halus untuk mengamati jenis jaringan kanker dibawah mikroskop.

BACA JUGA:  Tenaga Medis Mulai Kewalahan, Setelah Rawat PDP, Badung Isolasi Delapan Tenaga Medis

Tanda dan gejala umum kanker payudara pada pria antara lain nyeri di payudara, pembengkakan pada payudara, kemerahan atau keriput pada kulit payudara, perubahan bentuk puting serta keluarnya cairan atau nanah dari puting. Pada kondisi lebih lanjut dapat timbul gejala berupa pembengkakan pada kelenjar getah bening di ketiak dan leher, sesak napas, kelelahan berlebih saat beraktivitas ringan, serta penurunan berat badan secara drastis.

Lalu, faktor resiko apa saja yang memungkinkan kejadian kanker payudara pada pria?

Sebagian besar penderita diketahui memiliki keturunan gen BRCA 1 dan BRCA 2 yang bermutasi dalam jumlah besar. Selain itu, keluarga dengan riwayat kanker juga berpotensi menurunkan pada generasi berikutnya. Faktor lain seperti menjalani terapi hormonal dan radiasi, penuaan dini, riwayat pembedahan pada testis juga berpengaruh pada tingginya kejadian kanker payudara pada pria.

BACA JUGA:  Jangan Lengah, Omicron Makin Bertaji!

Bagaimana langkah selanjutnya?

Lakukan screening berkala terutama jika keluarga Anda memiliki riwayat kanker. Konsultasikan pada dokter terdekat untuk opsi pemeriksaan gen BRCA 1 dan 2. Jika terdeteksi cukup tinggi, maka diskusikan pada dokter untuk opsi terapi atau pembedahan yang mungkin dilakukan. Jangan lupa selalu konsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Lebih baik jika makanan yang dimasak sendiri di rumah dengan bahan alami. Imbangi dengan konsumsi air putih dan olahraga ringan secara teratur untuk menjaga kebugaran dan berat badan ideal.(M-010)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*