Tembak Ikan di Laut, Nelayan Pemuteran Hilang, Pencarian Hari Ketiga Belum Ada Hasil

Basarnas melakukan upaya pencarian nelayan hilang di perairan Desa Pemuteran Grokgak Buleleng

SINGARAJA,MENITINI.COM Nelayan asal Banjar Dinas Loka Segara, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali Kadek Astawan (30), dikabarkan hilang saat menembak ikan, pada Selasa (26/1/2021).

Hingga kini upaya pencarian masih terus dilakukan tim Basarnas Buleleng bersama Sat Pol Air Polres Buleleng.

Pada hari kedua pencarian terhadap nelayan hilang diperluas hingga 30 Nautical mile (Nm). Tapi, keberadaan korban belum berhasil ditemukan.

Pencarian di hari kedua ini selain dari Basarnas Buleleng juga melibatkan personel TNI AL Celukan Bawang, Pol Air Celukan Bawang, dan TRC BPBD Buleleng, serta nelayan.

Pihak keluarga melakukan “ngulap” di lokasi acara

Pencarian dilakukan dengan upaya penyisiran di tengah laut. “Untuk saat ini masih nihil. Pencarian kami perluas hingga 20 Nautical Mile dari lokasi korban dilaporkan menghilang,” ungkap Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Buleleng, Dudi Librana Marjaya, Kamis (28/1/2021) siang.

Pencarian yang dilakukan dengan menyisir tengah laut utara di Desa Pemuteran, menggunakan perahu karet. Selain itu juga, penyisiran di daerah pinggiran bibir pantai Desa Pemuteran. “Selama pencarian, tidak ada kendala. Jadi cuaca sangat bersahabat,” jelas Dudi Marjaya.

BACA JUGA:  Ketat dengan Prokes Covid-19, Pentahbisan Imam Baru di Gereja FX Kuta

Proses pencarian hari nelayan yang dilaporkan hilang yakni Astawan, akan terus dilakukan selama 7 hari kedepan sejak korban Astawan dinyatakan menghilang.

Jika nanti korban tetap tidak ditemukan, maka sesuai SOP proses pencarian akan dihentikan. “Kami masih melihat perkembangan pencarian. Kami berharap, segera ditemukan,” kata Dudi Marjaya.

Sementara itu dari keluarga korban sangat berharap, agar korban bisa segera ditemukan. Bahkan, anggota keluarga korban sempat melakukan upacara ‘ngulap’ untuk membantu mempercepat proses penemuan korban secara niskala.

Orang tua korban, Gede Nuria (55) mengaku, sangat berharap anaknya segerw ditemukan. “Saya tidak punya firasat apa-apa karena memang Astawan sering mencari ikan dengan memanah. Saya hanya berharap agar anak saya cepat bisa ditemukan,” kata Nuria berharap

Sebelumnya, seorang nelayan bernama Kadek Astawan (30) asal Banjar Dinas Loka Segara, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, dikabarkan menghilang.

BACA JUGA:  Sinergikan Satgas Kantor dengan Desa dan Kelurahan

Awalnya, korban berangkat mencari ikan dengan menaiki perahu dari pantai Banjar Dinas Loka Segara, pada Selasa (26/1) sekitar pukul 07.00 wita.

Korban berangkat dengan 5 orang temannya dalam satu perahu. Lalu mereka menempuh perjalanan laut sekitar 1 jam dari bibir pantai menuju ke tengah laut. Kemudian mereka melakukan spearfishing di sekitar rumpon tiga roda yang ada di perairan desa Pemuteran.

Sekitar pukul 13.00 Wita, rekan-rekan Astawan hendak pulang. Hanya saja saat itu, korban Astawan belum muncul ke permukaan. Kelima rekan korban pun berinisiatif mencari korban di sekitar lokasi. Namun hingga pukul 15.00 wita, korban belum juga ditemukan.

Karena korban belum ditemukan, salah seorang rekan korban yakni Nyoman Suladra (35) melaporkan menghilangnya Astawan ke aparat desa Pemuteran, yang kemudian meneruskan laporan nelayan hilang ke Sat Polai Air Polres Buleleng dan Pos Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Buleleng.yah/poll

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*