Teknologi Reproduksi Berbantu: Tak Sebatas Surrogate Mother

DENPASAR, MENITINI.COM – Jika membahas mengenai reproduksi dan keturunan memang tidak akan ada habisnya. Pasti setiap pasangan ingin memiliki keturunan dengan alami. Namun, tidak semua pasangan beruntung dan mungkin memerlukan teknologi reproduksi berbantu (assisted reproductive technology). Masih hangat di telinga, dunia hiburan Hollywood cukup heboh dengan kelahiran anak dari pasangan Priyanka Chopra-Nick Jonas melalui teknologi surrogate mother. Memang di Amerika Serikat sendiri, surrogate mother dan teknologi reproduksi berbantu sudah legal secara medis dan hukum. Teknologi ini amat membantu pasangan yang menginginkan keturunan tapi mengalami kendala kesuburan atau  persalinan beresiko fatal. Berbeda dengan Indonesia, reaksi netizen cukup keras di media sosial terkait teknologi reproduksi berbantu. Ya, kita perlu mawas diri memang untuk urusan halal dan haram netizen kita nomer satu.

BACA JUGA:  Cacar Monyet di Prancis Bertambah Jadi 51 Kasus

Kembali lagi pada topik hari ini, teknologi reproduksi berbantu awalnya digunakan untuk meningkatkan produktivitas ternak tanpa mengurangi kualitas hewan ternak. Andai saja mengawinkan hewan itu semudah manusia bergonta-ganti pacar ya. Sayangnya pada hewan proses kawin menimbulkan stress yang hebat yang dapat menurunkan kualitas hidup indukan. Untuk memudahkan proses ini dan mengurangi kegundahan pemilik peternakan, perlahan-lahan mulai dikembangkan metode fertilitas hingga berhasil. Dari sini ternyata hasilnya memuaskan dan pakar kandungan pun mulai melakukan percobaan pada manusia untuk membantu menyelesaikan kasus infertilitas. Terlepas dari pro kontra halal haram, mari kita membahas lebih lanjut seputar teknologi reproduksi berbantu!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*