Sterilkan Pantai Sanur, Desa Setempat Perketat Pintu Masuk

Masih ada aktivitas turis di pantai sanur

DENPASAR, MENITINI – Sejumlah tokoh masyarakat Sanur bersepakat agar sejumlah pantai di kawasan wisata Sanur mesti steril untuk mencegah dan memutus mata rantai Covid-19. Salah satu wakil rakyat Kota Denpasar yang juga tokoh masyarakat Sanur, Ida Bagus Ketut Kiana, SH., meminta kawasan pantai di Sanur segera steril dari kerumunan pengunjung.

“Komponen pariwisata ada yang mengusulkan kalau bisa pantai di Sanur meniru seperti yang dilakukan di Pantai Seminyak. Upaya membuat kawasan pantai steril. Mereka ingin semua pihak ikut bersama-sama memerangi virus corona ini agar situasi cepat pulih dan pariwisata bisa kembali menggeliat,” kata Ida Bagus Ketut Kiana, Minggu (12/4/2020).

Di lapangan masih terlihat banyak masyarakat beraktifitas, baik nelayan maupun pedagang, namun jumlah pengunjung mengalami penurunan hingga 75 persen. Aktivitas yang masih nampak yakni masyarakat yang menyeberang ke Pulau Nusa Penida atau Nusa lembongan termasuk kapal yang mengangkut logistik.

BACA JUGA:  Kasus Chat Mesum HRS Dibuka Lagi, Mahfud: Proses Hukum Harus Diteruskan
Advertisements
Ida Bagus Ketut Kiana, Tokoh Masyarakat Sanur

“Masih ada aktivitas. Beberapa kapal penyeberangan saya lihat masih beroperasi. Kebanyakan anak buah kapal tidak memakai masker dan tidak menerapkan Social/Physical Distancing. Semua pantai di Sanur mesti steril,” kata pria yang akrab disapa Gus Kiana sembari menjelaskan untuk memutus rantai virus ini, Desa Adat Sanur melakukan langkah strategis dalam menjaga warganya. Salah satunya dengan memperketat akses masuk sejumlah pantai di kawasan itu.

Sementara Bendesa Adat Sanur, Ida Bagus Paramarta mengatakan, untuk sementara pihaknya membatasi akses ke pantai yang ada wilayahnya. Pembatasan ini berlaku bagi mereka yang hendak melakukan rekreasi di pantai, misalnya, untuk mandi atau rekreasi lainnya. Sedangkan masyarakat Sanur yang mencari nafkah masih tetap dibolehkan dengan memperhatikan jarak aman, protokol kesehatan, serta wajib menggunakan masker.

Sementara itu aktivitas lainnya berupa angkutan sembako ke Nusa Penida masih tetap jalan. Termasuk, jika warga Nusa Penida pulang kampung masih bisa. Demikian pula aktivitas adat dan keagamaan seperti nganyut masih diperbolehkan dengan jumlah peserta terbatas maksimal 25 orang.

Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, Ida Bagus Gede Sidharta Putra, mengatakan, pembatasan ini bersifat sementara sampai situasi lebih kondusif. Pembatasan sementara kawasan pantai di wilayah Sanur sebagai implementasi aturan pemerintah yakni pembatasan sosial. Hal ini juga didasari banyaknya warga di luar Sanur memanfaatkan Pantai Sanur untuk kegiatan memancing ikan, jogging track, olah raga, dan lainnya.

Gusde Sidharta sapaannya memohon kasadaran masyatakat untuk sementara tidak melakukan kegiatan di kawasan pantai untuk menjaga hal- hal yang tidak diinginkan, demi kebaikan bersama. Ia menegaskan untuk memutus rantai penyebaran virus corona perlunya semua pihak melanjutkan dengan disiplin sesuai arahan pemerintah. 

Yayasan Pembangunan Sanur beserta Desa Adat dan Desa Dinas se-Sanur merupakan garda terdepan dalam monitoring kawasan. “Dengan pembatasan aktivitas  di sejumlah kawasan pantai di Sanur dapat mencegah atau memutus mata rantai virus tersebut,” katanya.

Terdapat 14 akses pantai di seluruh wilayah Sanur dan Intaran mulai dibatasi. Antara lain pintu masuk di Pura Dalem Pengembak (Jalan By Pass Ngurah Rai), Kayu Menengen (Jalan Pengembak), Pantai Mertasari, Mercure, Jalan Cemara Sanur Beach, Pantai Semawang, Jalan Duyung Hyatt, Jalan Pantai Indah, Pantai Parigata Batujimbar, Pantai Karang, Pantai Sindu, Pantai Segara Ayu, Pantai Matahari Terbit, dan jalan Pantai Bangsal yun/poll

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*