Senin, 15 Juli, 2024
Bupati Jembrana periode 2000 - 2010 I Gede Winasa (baju kuning) didampingi keluarga saat berada di Jogging Track di Jembrana. (Foto: Istimewa)

JEMBRANA,MENITINI.COM-Setelah bebas dari rutan Negara, mantan Bupati Jembrana I Gede Winasa terlihat melakukan aktifitas jogging, Minggu (7/7/2024). Di jogging track Gedung Kesenian Ir Soekarno, Bupati Jembrana periode 2000-2010 itu diteman putranya yang juga wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) beserta keluarga.

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Hari Kedua di Provinsi Lampung, Presiden Jokowi Kunjungi Lampung Barat dan Tanggamus

Jembrana Uji Coba Mesin Pengolah Sampah, Kapasitas 300 Ton Per Hari

Jembrana Gencar Promosi Pariwisata Dengan Misi Penjualan Mini

Kehadiran sosok yang baru bebas dari penjara pada Jumat (5/7) itu, mengejutkan masyarakat yang berada di lokasi itu. Merekapun menyapa Winasa dan bersalaman.

Ipat pun juga sempat bernyanyi lagu di panggung yang ada di area itu dengan membawakan lagu "Sejauh Mungkin" milik Band Ungu dan "Demi Waktu". Ruang bernyanyi di areal jogging itu, memang selalu ada di Hari Minggu, sehingga dimanfaatkan oleh Ipat untuk bernyanyi. "Ini spontanitas saja," ujar Ipat ketika ditanya tentang pilihan lagu itu.

Perkara Komoditas Timah, Tim Penydik Kejagung Serahkan Tiga Tersangka dan BB ke JPU Kejari Jakarta Selatan

Pelaku Penganiayaan di Sulawesi Tengah Diselesaikan Melalui Restorative Justice

Terbukti Korupsi, Syahrul Yasin Limpo Divonis 10 Penjara

DPO Terpidana Penipuan Rp5,7 Miliar Berhasil Ditangkap

Mantan Bupati Jembrana I Gede Winasa telah dibebas setelah pihak Rutan Negara menerima SK dari pusat sekira pukul 17.30 wita, Jumat (5/7/2024) lalu.

Winasa keluar sekitar pukul 18.50 wita didampingi anaknya anak dan keluarganya serta kuasa hukum dan disambut simpatisan di luar kawasan Rutan Negara.

Winasa hanya mengatakan dirinya sehat. “Astungkara saya sehat (bersyukur saya sehat),” ujar Winasa singkat. *

  • Editor: Daton
BACA JUGA:  Mantan Bupati KKT, Petrus Fatlolon Bakal Diperiksa