Seorang Warga Belandingan Ditemukan Tewas di Dasar Jurang, Diduga Dibunuh Keponakan 

Ilustrasi korban pembunuhan
Ilustrasi korban pembunuhan. (Foto: freepik)

BANGLI,MENITINI.COM-Seorang warga Desa Belandingan, Kintamani, Bangli Bali ditemukan sudah menjadi mayat di dasar jurang. Jasad korban yang diketahui bernama Nyoman Rai (36) itu, baru bisa dievakuasi pada malam hari karena lokasi penemuan jasad korban itu berada di balik bukit yang susah dilalui.

Awalnya korban dikira terjatuh ke jurang. Namun belakangan pihak keluarga mencurigai korban tewas dibunuh. Dan pelakunya diduga dua orang yang tak lain merupakan keponakannya sendiri. Masalahnya diduga karena salah paham terkait batas wilayah lahan perkebunan.

Dari informasi di lapangan dan hasil olah TKP sementara, pada tubuh pria yang juga seorang pecalang di desanya ini ditemukan ada belasan luka, terdapat juga luka seperti sayatan dan tebasan.

“Satu giginya juga hilang. Kalau jatuh kecelakaan, melihat dari medan, tidak mungkin sampai 17 lukanya,” ungkap sumber di lapangan. Kecurigaan dugaan pembunuhan juga berdasarkan sejumlah barang ditemukan di TKP. Seperti karung beras (kampil putih), gagang sabit, dan ada ceceran darah dari atas jurang.

BACA JUGA:  Polisi Bekuk Buronan Kasus Pajak di Bali, Negara Rugi Rp14 Miliar

Kejadian bermula saat keluarga korban yang bernama I Merta menemukan anak korban menangis di pinggir jalan setapak Pondokan Bone Banjar, Desa Belandingan pada Rabu (4/1/2023) sekitar pukul 14.00 Wita. Bocah 2,5 tahun itu kemudian diantar pulang dan bertemu ibunya. Melihat anaknya pulang tidak bersama ayahnya, kemudian ia menelefon korban, namun panggilan itu tak kunjung dijawab. Ia kuatir dan meminta tolong kepada keluarga untuk mencari keberadaan korban. 

Hingga akhirnya, salah satu warga menemukan banyak bercak darah di jalan setapak Pondokan Bone. Setelah ditelusuri hingga ke tepi jurang dan dilihat dari kejauhan, diketahui Nyoman Rai berada di tebing jurang dengan kondisi telungkup. Selanjutnya, warga memeriksa hingga ke tebing jurang dan ditemukan korban telah meninggal dunia dengan kondisi banyak luka di sekujur tubuhnya sehingga peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Kintamani.  

BACA JUGA:  Kejagung Periksa Satu Orang Saksi Terkait Dugaan Korupsi Fasilitas Kawasan dan KITE

Kapolsek Kintamani, Kompol Ruli Agus Susanto,S.H.,M.H., saat dikonfirmasi Kamis (5/1/2023) membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Dari hasil penyelidikan tim mendapat informasi bahwa, pelakunya adalah dua orang kakak beradik atas nama I Gede Darmawan (20) dan I Made Ariawan (18),” ujarnya.

Polisi kemudian berupaya mencari keberadaan keduanya. Hingga sekitar pukul 23.23 wita, telah berhasil diamankan di tempat berbeda. “Keduanya kini ditahan di Polsek Kintamani, dan masih menjalani pemeriksaan,” ucapnya. Terkait motif, Kompol Ruli mengatakan, pelaku melakukan tindakan tersebut diduga karena salah paham terkait batas wilayah lahan perkebunan. Berawal saat Gede Darmawan terlibat adu mulut dengan pamannya, hingga terjadilah pergelutan. 

Darmawan juga sempat memanggil Ariawan untuk ikut membantu. Keributan pun berlanjut hingga berujung pada penganiayaan. Di mana Darmawan menebas dan membacok pamannya di bagian kepala dan mulut.

BACA JUGA:  Sering Langgar Kode Etik, Personel Polres Buleleng Dipecat Tidak Dengan Hormat

“Kami telah mengamankan ganggang sabit dan sepatu boots yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban. Saat ini, kasusnya masih kita dalami,” tegasnya. Sedangkan jasad korban setelah berhasil dievakuasi, telah dirujuk ke RSU Bangli untuk dilakukan otopsi untuk memperjelas penyebab kematiannya. (M-011)

Editor: Daton