Seorang Positif Covid-19, Puluhan Pedagang Pasar Kumbasari di Denpasar Lakukan Swab Test

Salah seorang pedagang Pasar Kumbasari sedang melakukan Swab Test

BALI, MENITINI.COM-  Pemerintah Kota Denpasar, Bali, melakukan swab test terhadap 45 pedagang Pasar Kumbasari karena sebelumnya ada seorang pedagang dinyatakan positif  Covid-19.

Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Sewakadarma Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Yuliarta di Denpasar, Minggu (7/6), mengatakan mereka menjalani tes tersebut setelah salah satu pedagang di Pasar Kumbasari positif.

Setelah berkoordinasi dengan Puskesmas I Denpasar Barat, pihaknya langsung melaksanakan swab test untuk pedagang dalam radius 10 meter dari lokasi lapak pedagang yang sudah positif.

Selain itu, kata dia, penutupan pedagang di radius 10 meter dari pedagang yang terpapar. Area tersebut juga terus diseterilisasikan dengan penyemprotan disinfektan. Hal ini guna mencegah adanya penularan ke pedagang lain.

Sementara itu, Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra sempat memantau pelaksanaan tes tersebut di Pasar Badung. Rai Mantra mengecek lokasi pedagang yang dinyatakan positif serta berkeliling mengajak para pedagang untuk lebih disiplin melaksanakan protokol kesehatan serta menjaga diri  “Mari bersama jaga diri dan sesama, terapkan protokol kesehatan demi kenyamanan dan kesalamatan bersama,” kata Rai Mantra mengingatkan para pedagang sembari keliling di Pasar Badung.

BACA JUGA:  Sikap Tegas Prabowo Tangani Virus Corona: Pesawat TNI Diminta Angkut Alat Kesehatan dari China

Menurut Rai Mantra, sekarang ini tren kasus transmisi lokal makin meningkat. Oleh karena itu, upaya menerapkan protokol kesehatan harus betul-betul disiplin yang ketat dan kesadaran yang tinggi. “Untuk bisa aman dan produktif pada saat pandemi Covid-19, salah satu cara yang efektif agar terhindar dari paparan virus corana adalah penerapan protokol kesehatan dengan disiplin dan ketat,” kata Rai Mantra.  

Terus Bertambah, 52 Pasien Covid-19 Dirawat RSUP Sanglah

Sementara dari RSUP Sanglah dilaporkan, memasuki pekan kedua bulan Juni 2020, pasien Covid-19 yang dirawat di RSUP Sanglah Denpasar terus bertambah. Per Senin (8/6), tercatat ada 52 orang pasien yang tengah menjalani perawatan intensif.

Kasubbag RSUP Sanglah Denpasar, Dewa Ketut Kresna, kepada POS BALI mengungkapkan, membandingkan dengan jumlah pasien yang dirawat pada Sabtu (6/6) lalu, secara kumulatif ada tambahab dua orang pasien. “Jumlah kumulatif pasien Covid-19 yang dirawat di RSUP Sanglah pada Senin, 8 Juni 2020 sebanyak 52 orang. Ada tambahan dua orang dibandingkan Sabtu (6/6) kemarin,” ucapnya.

BACA JUGA:  Kapan Virus Corona di Indonesia Berakhir? Muncul Prediksi pada Bulan April 2020

Tambahan pasien tersebut terjadi di Ruang Lely, dimana pada akhir pekan lalu tercatat dihuni 9 orang kemudian bertambah menjadi 13 orang pasien. Namun, pengurangan jumlah pasien terpantau terjadi di Ruang Mawar dan Ruang Kamboja, dengan pengurangan masing-masing satu orang pasien. “Di Ruang Mawar berkurang satu, dari 16 jadi 15 orang. Ruang Kamboja juga berkurang, dari 7 orang jadi 6 orang, sedangkan Ruang Nusa Indah tetap 18 orang,” jelasnya.

Terkait status pasien, pihaknya enggan mengungkap lebih jauh berapa jumlah pasien positif dan PDP. Menurutnya, data tersebut sepenuhnya menjadi otoritas Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Bali. “Tugas kami adalah memberikan perawatan hingga pasien dapat kembali pulih. Melihat trennya yang terus meningkat, kami mengharapkan masyarakat dapat berperan aktif dengan cara menjaga kesehatan. Jangan sampai sakit,” ajaknya.

Menyikapi jumlah pasien yang terus meningkat, pihaknya mengatakan secara umum kesiapan rumah sakit masih memadai, baik dari kebutuhan alat pelindung diri (APD), tenaga kesehatan, maupun ruang isolasi. “Jumlah APD selama sebulan terakhir relatif stabil. Kami punya 71 bed untuk isolasi (perawatan, red) yang akan dibuka secara bertahap seperti yang telah dirancang. Kalau nanti kurang, akan dibagi ke RS PTN Unud,” ucapnya.

Dalam hal tenaga kesehatan, pihaknya kini tengah melakukan swab test kepada setiap tenaga kesehatan yang bertugas di RSUP Sanglah Denpasar. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi menyusul sejumlah tenaga kesehatan RSUP Sanglah yang terkonfirmasi positif Covid-19.adi kleden

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*