Komitmen Penataan Kawasan
Walikota juga menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya mempercantik kawasan pesisir Sanur melalui sejumlah proyek strategis, seperti penataan jogging track, perbaikan jalan dan drainase, serta pembangunan jaringan utilitas terpadu (SJUT).
“Saat ini kita sedang memperbaiki, menata di depan Danau Tambingan, yaitu jogging track-nya kita perbaiki, kabel-kabel kita turunkan. Kami mohon dukungan masyarakat, kalau nanti misalkan tidak boleh ada parkir, mohon dibantu jangan parkir di jalan itu, karena pemerintah akan menyiapkan satel listrik keliling setiap detik di sepanjang Sanur ini,” katanya.
Menurut Jaya Negara, upaya pembangunan infrastruktur harus diimbangi dengan kegiatan budaya dan atraksi wisata seperti Sanur Village Festival, yang dinilainya mampu menggerakkan ekonomi dan meningkatkan kunjungan wisatawan.
Tema “Guna Dusun” dan Makna Filosofisnya
Festival tahun ini mengangkat tema “Guna Dusun”, yang diambil dari karya Ratu Pedanda Made Sidemen, seorang budayawan dan spiritualis Bali yang dikenal luas.
“Kalau kita tidak memiliki sawah dan ladang yang ditanami, tanamlah diri kita sendiri dengan ilmu pengetahuan agar kita bisa menjadi masyarakat yang berguna di tengah-tengah masyarakat. Itu mungkin salah satu clue-nya, ternyata beliau dari dulu sekali sudah memikirkan kualitas sumber daya manusia ini harus ditingkatkan,” ungkap Jaya Negara.
Ajang Kolaborasi dan Gotong Royong
Sementara itu, Chairman Sanur Village Festival, Ida Bagus Gede Agung Sidharta Putra, mengatakan bahwa festival ini telah menjadi ikon pariwisata pesisir Denpasar selama 18 tahun terakhir. Tahun ini, SVF menggandeng Bali Rockin Blues Festival, menghadirkan kolaborasi yang menyatukan musik, budaya, dan semangat kebersamaan.
“Kolaborasi ini menjadi simbol semangat Sanur untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan menghadirkan festival yang bukan hanya meriah, tetapi juga bermakna bagi masyarakat dan dunia pariwisata Bali,” ujar Gusde Sidharta.
Ia juga menekankan bahwa keberlangsungan SVF tidak lepas dari dukungan berbagai pihak—mulai dari pemerintah, pelaku pariwisata, hingga komunitas kreatif lokal yang menjaga tradisi gotong royong khas Sanur.
“Semoga nilai-nilai ini bisa memberi manfaat dan kemakmuran bagi masyarakat Sanur dan Bali pada umumnya. Ini tentang bagaimana kita bisa memberi sumbangsih terhadap daerah kita sendiri, tempat kita mencari kehidupan. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Pariwisata harus memberikan guna bagi Sanur,” pungkasnya.*
- Editor: Daton









