logo-menitini

Sahur Seimbang, Ini Panduan Ahli Gizi agar Tubuh Tetap Bertenaga Saat Puasa

karbohidrat

Ia juga menambahkan, makan terlalu banyak karbohidrat saat sahur bisa membuat tubuh cepat mengantuk dan terasa lemas setelah makan. Hal ini dipicu oleh fluktuasi gula darah dan proses metabolisme yang lebih berat.

Pilih Menu Sahur yang Seimbang

Untuk menjaga stamina selama puasa, Rita menyarankan agar masyarakat menyusun menu sahur dengan komposisi yang lebih seimbang. Karbohidrat tetap diperlukan, tetapi dalam jumlah cukup dan sebaiknya berasal dari jenis karbohidrat kompleks.

BACA JUGA:  Menkes Terbitkan Permenkes KLB dan Krisis Kesehatan, Atur Karantina hingga Pendanaan

Sayuran dan protein rendah lemak justru dianjurkan menjadi komponen utama dalam menu sahur karena membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dan menjaga kestabilan gula darah.

“Yang diutamakan sayur dan protein rendah lemak. Karbohidrat secukupnya saja,” katanya.

Bagi yang sedang menjalani program penurunan berat badan, sumber karbohidrat bisa diperoleh dari buah seperti pisang atau umbi-umbian seperti kentang rebus dalam porsi terbatas.

Dengan pola makan sahur yang seimbang—mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cukup cairan – tubuh tetap memperoleh energi yang dibutuhkan tanpa membebani organ seperti pankreas dan ginjal selama berpuasa. *

BACA JUGA:  Pemkot Denpasar Biayai 24.401 Peserta PBI BPJS Kesehatan yang Dinonaktifkan

Sumber: Republika

Iklan

BERITA TERKINI

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>