Ia juga menambahkan, makan terlalu banyak karbohidrat saat sahur bisa membuat tubuh cepat mengantuk dan terasa lemas setelah makan. Hal ini dipicu oleh fluktuasi gula darah dan proses metabolisme yang lebih berat.
Pilih Menu Sahur yang Seimbang
Untuk menjaga stamina selama puasa, Rita menyarankan agar masyarakat menyusun menu sahur dengan komposisi yang lebih seimbang. Karbohidrat tetap diperlukan, tetapi dalam jumlah cukup dan sebaiknya berasal dari jenis karbohidrat kompleks.
Sayuran dan protein rendah lemak justru dianjurkan menjadi komponen utama dalam menu sahur karena membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dan menjaga kestabilan gula darah.
“Yang diutamakan sayur dan protein rendah lemak. Karbohidrat secukupnya saja,” katanya.
Bagi yang sedang menjalani program penurunan berat badan, sumber karbohidrat bisa diperoleh dari buah seperti pisang atau umbi-umbian seperti kentang rebus dalam porsi terbatas.
Dengan pola makan sahur yang seimbang—mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cukup cairan – tubuh tetap memperoleh energi yang dibutuhkan tanpa membebani organ seperti pankreas dan ginjal selama berpuasa. *
Sumber: Republika









