MENITINI.COM – Memilih menu yang tepat saat sahur menjadi kunci agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari selama menjalani ibadah puasa. Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan karbohidrat sebagai menu utama dalam porsi berlebihan ketika sahur.
Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi nasi, mie, atau makanan tinggi karbohidrat dalam jumlah besar dengan harapan lebih kuat berpuasa justru kurang tepat. Karbohidrat memang dibutuhkan sebagai sumber energi, namun jika dikonsumsi berlebihan dapat berdampak pada metabolisme tubuh.
“Karbohidrat akan diubah menjadi glukosa. Kalau glukosa dalam darah tinggi, tubuh memproduksi insulin lebih banyak. Insulin ini diproduksi oleh pankreas,” kata Dosen kesehatan masyarakat di Universitas Faletehan Serang itu, dikutip dari Republika, Sabtu (21/2).
Dosen kesehatan masyarakat di Universitas Faletehan Serang itu menjelaskan, lonjakan kadar gula darah setelah makan tinggi karbohidrat dapat memicu produksi insulin secara berlebihan. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi meningkatkan penumpukan lemak tubuh karena kelebihan glukosa akan disimpan sebagai cadangan energi.
Tak hanya itu, kadar gula darah yang tinggi juga dapat memengaruhi kerja ginjal. Saat glukosa dalam darah meningkat, ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyaring darah.
“Semakin tinggi dan semakin kental darah dengan glukosa, semakin berat beban ginjal melakukan filtrasi,” ujarnya.









