Rumah Sakit Bhakti Rahayu Surabaya, Peduli Lingkungan, Pelayanan Kesehatan ‘Sing Main Main’

Bantuan dari RS Bhakti Rahayu untuk warga sekitar saat HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke 77 Agustus 2022 lalu.
Bantuan dari RS Bhakti Rahayu Surabaya untuk warga sekitar saat HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-77 Agustus 2022 lalu. (foto: M-003)

DENPASAR, MENITINI.COM- 21 tahun sudah RSU Bhakti Rahayu Surabaya hadir melayani masyarakat Kota Pahlawan, sejak berdiri 5 Februari 2000. Sebagai sarana pelayanan kesehatan RSU Bhakti Rahayu mengusung misi “Menjadi Rumah Sakit Keluarga yang aman, terpercaya dan terjangkau pada setiap lapisan masyarakat”.

Visi ini kemudian dijabarkan dalam sederetan misi diantaranya; meningkatkan kualitas pelayanan. Menciptakan suasana lingkungan rumah sakit yang sehat dan kekeluargaan dan meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia, dan menyediakan sarana dan prasarana mendukung pelayanan optimal.

Petugas DLHK Surabaya berkordinasi dengan manejemen RS Bhakti Rahayu usai  memantau kondisi penanganan sampah di sekitar rumah sakit setempat.
Advertisements
Petugas DLHK Surabaya berkordinasi dengan manejemen RS Bhakti Rahayu usai memantau kondisi penanganan sampah di sekitar rumah sakit setempat. (foto: M-003)

Kehadiran RS Bhakti Rahayu yang beralamat di Jl. Ketintang Madya I No.16, Ketintang, Kec. Gayungan, Kota Surabaya, Jawa Timur tentu senantiasa berinteraksi dengan warga sekitar sebagai penyangga utama rumah sakit yang dibangun oleh sang pendiri bertangan dingin dokter Wayan Suastana, Spb (alm).

“Pihak Rumah Sakit Bhakti Rahayu Surabaya selalu menjalin kerja sama dengan warga di sekitar sejak rumah sakit ini berdiri. Khususnya warga di RW 8. Sejak rumah sakit ini berdiri selalu ada perhatian dan kerja sama warga dengan pihak rumah sakit. Misalnya, di awal awal pandemi sampai sekarang warga kami selalu mendapat pemeriksaan kesehatan gratis. Juga vaksin gratis. Warga kami berbondong bondong ikut vaksin,” cerita Arfan Rianto, Ketua RW 8 saat dihubungi wartawan, Kamis (15/9/2022).

Selain itu, pada musim tertentu ada acara yang namanya “ruat deso” juga disupport oleh rumah sakit. Ruat Deso semacam bersih desa dan malamnya kenduri bersama-sama warga memohon keselamatan desa.
“Dalam acara bersih desa tersebut Bhakti Rahayu juga memberikan beberapa tumpeng pada acara yang digelar setiap tahun. Acara bersih desa kami hentikan karena ada Covid-19, biar warga tidak berkumpul. Sebelumnya kerjasama itu jalan terus dan semuanya disupport oleh rumah sakit,” ujarnya.

Erfan menambahkan, sehari sebelum acara bersih desa itu digelar, pihak rumah sakit mengawalinya dengan pemeriksaan kesehatan terhadap warga, khususnya warga yang kurang mampu atau mayarakat yang berpenghasilan rendah. “Perhatian RS Bhakti Rahayu Surabaya juga terlihat pada pembangunan gapura desa. Semuanya disupport. Biar supaya terlihat mentereng,” ujarnya.

Petugas DLHK Kota Surabaya foto bersama dengan manejemen RS Bhakti Rahayu.
Petugas DLHK Kota Surabaya foto bersama dengan manejemen RS Bhakti Rahayu. (foto: M-003)

Terkait pengelolaan sampah dan limbah medis RS Bhakti Rahayu bekerja sama dengan pihak ketiga yang sudah memiliki izin pengolahan.

Pria yang sudah 15 tahun menjadi Ketua RW di Ketintang I ini menjelaskan, selain bantuan kesehatan, bantuan lain dari Rumah Sakit Bhakti Rahayu yakni setiap hari raya selalu ada perhatian dan bantuan untuk warga di RW dan kelurahan.

“Misalnya saat Hari Raya Kemerdekaan 17 Agustus ada bantuan untuk kegiatan di lingkungan dan kelurahan. Dan bila ada kegiatan bersih bersih mereka juga mengirim Personi untuk berpartisipasi. Bantuan dan partisipasi selalu rutin, tentu melalui pihak RW dan kelurahan. Intinya komunikasi dengan rumah sakit sangat baik,” kata Erfan sembari menceritakan saat ada konflik warga di dua RW yang berbeda, rumah sakit berinisiatif mendamaikan dan akhirnya mereka mencabut laporan di kepolisian. “Keterlibatan rumah sakit semacam Ini banyak orang yang tak tahu. Untuk itu, kalau ada informasi soal RS Bhakti Rahayu sebaiknya kami juga dihubungi biar mendapatkan informasi yang lengkap dan jelas,”pintanya.

Di tempat terpisah, Direktur RSU Bhakti Rahayu Surabaya dr. Dor Valda Aritonang M.Kes menegaskan komitmen serta turut berpartisipasi terhadap lingkungan di sekitar. “Kami akan selalu berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara efisien dan terjangkau bagi seluruh masyarakat kota Surabaya dan sekitarnya. Kami juga sungguh sungguh memberi perhatian terhadap lingkungan di mana rumah sakit berada. Dan itu rutin kami lakukan sejak rumah sakit ini berdiri,” kata dokter Valda sapaannya.

Selain itu, kesungguhan dalam memberi pelayanan oleh RSU Bhakti Rahayu sudah dituangkan dalam motto “We Care & We Serve” (Kami peduli dan kami melayani). “Hal ini menunjukan kesiapan serta kesanggupan kami untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat umum serta semua pihak yang berkepentingan dalam pelayanan kesehatan. Termasuk memberi perhatian kepada lingkungan di sekitarnya selaras dengan gagasan pendiri,” tegasnya.

Sekilas untuk diketahui Rumah Sakit Umum Bhakti Rahayu berada dibawah bendera PT. Bhakti Rahayu Group yang pada mulanya bpoliklinik BKIA dan Rumah Bersalin. Pada tahun 2001 statusnya meningkat menjadi rumah sakit umum.

Pesatnya perkembangan dan kemajuan teknologi hari ini tentu berdampak pada peningkatan taraf hidup masyarakat di kota Surabaya. Atas kondisi ini Rumah Sakit Bhakti Rahayu Surabaya mesti membuat terobosan dan inovasi agar selalu meningkatkan jasa-jasa pelayanan termasuk jasa pelayanan kesehatan.

Berangkat dari situlah Rumah Sakit Bhakti Rahayu Surabaya mempunyai komitmen untuk selalu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Bentuk nyata yang dilakukan adalah dengan memberikan unit pelayanan kesehatan berupa rumah sakit dan poliklinik yang tersebar di bberapa kota besar di tanah air. Selain itu jangkuan pelayanan kesehatan diberikan untuk semua lapisan masyarakt tanpa membedalam status sosial dan ekonominya. Kebudahan akses pelayanan merupakan hal mutlak yang haris dipenuhi oleh RSU Bhakti Rahayu. M-003

BACA JUGA:  Vaksin Keempat COVID-19? Simak Pendapat Ahli