Minggu, 26 Mei, 2024

Dokter RSU Bhakti Rahayu Denpasar, dr. Pande Made Dwiartha Nirwana memberi penjelasan tentang penyakit hipertensi. (Foto: M-011)

DENPASAR, MENITINI.COM – RSU Bhakti Rahayu Denpasar menggelar sosialisasi kesehatan kepada Himpunan Pensiunan Pertamina (Himpana) Bali bertempat di aula kantor Pertamina Cabang Denpasar, Jalan Sugianyar, Sabtu (4/5/2024). Sosialisasi tersebut dihadiri oleh puluhan anggota Himpama Bali.

Dalam paparannya di acara sosilasasi tersebut, dokter RSU Bhakti Rahayu Denpasar, dr. Pande Made Dwiartha Nirwana menjelaskan tentang penyakit hipertensi.

Dijelaskan dr. Pande, hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHG dan tekanan darah diastolik sama dengan atau lebih 90 mmHg.
Hipertensi umumnya tidak disertai dengan gejala atau keluhan-keluhan tertentu. Namun keluhan yang tidak spesifik pada penderita hipertensi adalah sakit kepala (pusing), jantung berdebar-debar, rasa sakit di dada, gelisah, penglihatan kabur, dan mudah-mudah lelah.
Pola hidup yang tidak sehat kata dr. Pande menjadi pemicu hipertensi. Kebiasaan merokok, mengkonsumsi alkohol, terlalu banyak makanan asin serta manis, kurang aktifitas fisik bisa menjadi penyebab terjadinya hipertensi. Kelebihan mengkonsumsi garam akan membuat darah lebih kental hingga jantung menjadi lebih berat dalam memompa. Bukan itu saja, kata dr. Pande, karena darah lebih kental membuat air di dalam darah terikat dan akibatnya kencing menjadi lebih sedikit.

BACA JUGA:  RSU Bakti Rahayu Gandeng Sejumlah Lembaga Lakukan Aksi Amal Operasi Bibir Sumbing
Anggota Himpama Bali berfoto bersama usai acara sosialisasi kesehatan dari RSU Bhakti Rahayu Denpasar. (Foto: M-011)

Dalam paparannya, dr. Pande juga memberikan tips bagi penderita hipertensi. Bagi penderita hipertensi harus rutin mengontrol tekanan darahnya sendiri setiap hari di rumah, selalu menyiapkan obat hipertensi, dan minum obat secara teratur sesuai dengan anjuran dokter. Tidak perlu khawatir menjadi ketergantungan dan timbul efek samping dalam mengkonsumsi obat hipertensi, karena obat hipertensi tergolong aman.

Lanjut dr. Pande, hipertensi dapat dicegah dengan beberapa cara. Diantaranya adalah dengan mengurangi mengkonsumsi garam. Dianjurkan mengkonsumsi garam hanya 1 sendok teh saja dalam sehari. Olahraga secara teratur, paling tidak selama 30 menit dalam sehari. Namun jenis aktifitas olahraganya juga harus disesuaikan dengan usia.

BACA JUGA:  ARRSI Sebut Risiko KRIS, Tempat Tidur di Rumah Sakit Bisa Berkurang

Cara selanjutnya adalah dengan diet, tidak mengkonsumsi alkohol, tidak merokok, dan menghindari stres. Intinya adalah menerapkan gaya hidup sehat.

Sementara Perwakilan RSU Bhakti Rahayu Denpasar IB Alit Subudi yang turut hadir dalam sosialisasinya tersebut juga menginformasikan bahwa mulai 1 april 2024 sudah kembali melayani pasien BPJS Kesehatan. RS Bhakti Rahayu Denpasar juga memberikan kemudahan kepada anggota HIMPAMA yang membutuhkan fasilitas antar jemput ke rumah pasien. “RS Bhakti Rahayu siap melayani tanpa adanya biaya atau gratis. Hal seperti ini bisa saja terjadi manakala saat keluarga di tidak bisa mengantar ke rumah sakit, maka kami siap melayani,” ujarnya.

Bukan itu saja RS Bhakti Rahayu juga memberikan jika anggota HIMPAMA menjalani rawat inap di RSBR, maka akan diberikan kamar yang satu bad. Itu dimaksudkan agar pasien bisa merasa lebih nyaman. (M-011)

  • Editor: Daton
BACA JUGA:  Lansia di Nusa Lembongan Antusias Sambut Bhakti Sosial Klinik Branis Medika

TERKAIT