Senin, 15 Juli, 2024

Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat meninjau pengerjaan proyek Revetment pantai Pebuahan. (Foto: Istimewa)

JEMBRANA,MENITINI.COM-Pembangunan pengamanan pantai (revetment) untuk mengatasi abrasi di pantai Pebuahan telah mulai dikerjakan. Bupati Jembrana I Nengah Tamba meninjau langsung proyek yang menelan anggaran sebesar Rp18,3 Miliar ini pada Sabtu (6/7/2024).

Pada tahap ini pengerjaan ini, revetment akan dibangun sepanjang 770 meter dengan pembiayaan dari APBN.

Gelar Pelatihan, Humas Polda Bali Tingkatkan Kemampuan Cyber Troops

Selesaikan Kisruh Pekerja APS, Disnaker Bentuk Tim Investigasi 

Warga Padang Bulia Terjangkit DB, Dinkes Buleleng Bilang tak Ada Dana untuk Fogging

Propam Polres Bangli Cek HP Personel, Ini Tujuannya

"Saya merasa bersyukur bahwa proyek ini sudah mulai berjalan meski menunggu bertahun-tahun. Astungkara, walaupun tidak tuntas semuanya tetapi fase ini sudah membanggakan, ada 770 meter yang dikerjakan dengan anggaran  Rp 18 miliar dan di akhir Desember ini sudah selesai," ucapnya.

Mantan ketua Komisi III DPRD Bali Periode 2014-2019 ini juga memberikan apresiasi kepada warga Pebuahan yang sangat mendukung pelaksanaan revetment ini. Pihaknya akan berupaya untuk dapat menuntaskan revetment sehingga seluruh garis pantai Pebuahan dapat terlindungi dari abrasi.

"Saya berterima kasih kepada warga Pebuahan yang sangat kondusif membantu kelancaran pelaksanaan dari proyek ini. Sisanya akan kita perjuangkan, saya sudah diskusi dengan pelaksana proyek di sini kira-kira lagi berapa butuh anggaran. Mudah-mudahan di tahun depan sudah bisa mendapat anggaran untuk menyelesaikan tempat ini," harap Bupati Tamba.

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Gempa 7.0 Guncang Kepulauan Sangihe

Arca Ganesha Kuno Ditemukan Warga saat Membangun Rumah di Sleman

Satgas Polri Temukan Banyak Petani NTT Tak Terima Pupuk Bersubsidi

Sementara itu, Koordinator Lapangan Revetment Pantai Pebuahan, Adipra mengatakan tidak menemui kendala yang berarti dalam pelaksanaan proyek ini. Sebagaimana yang diungkapkan Bupati Tamba, pihaknya juga sangat mengapresiasi warga Pebuahan yang sangat mendukung berjalan revetment ini.

"Saat ini pembangunan telah memasuki delapan persen. Sejauh ini tidak ada kendala, dari masyarakat support. Memang karena batu kita dikirim dari Karangasem jadi belum bisa maksimal," ujarnya.

Lanjut kata Adipra, para pekerja harus bisa menyesuaikan dengan kondisi alam. Pengerjaan proyek disesuaikan dengan pasang surut air laut, sehingga nantinya revetment diharapkan bisa selesai tepat waktu di bulan Desember nanti.

Paguyuban Seniman Muda Jembrana Tegalcangkring Tampilkan Tiga Tabuh Kreasi di PKB

230 Pasang Kerbau Adu Cepat di Mekepung Jembrana Cup

Serunya Gong Kebyar Anak-Anak Jembrana Menampilkan Metajoga di PKB 2024

Ratusan Gelar Latihan Akbar Menuju “Pagelaran Sabang Merauke” 

"Untuk cuaca saat ini sangat mendukung, memang ada waktu-waktu kita tidak bisa bekerja dalam satu hari, tapi kita bekerjanya fleksibel mengikuti pasang surut juga kadang malam kita bekerja. Tenaga kerja ada sekitar 20 orang khusus untuk pasang batu," imbuhnya.

Dilain sisi, salah seorang warga Pebuahan, Moh Hafid bersyukur pantai Pebuahan akhirnya bisa mendapat penanganan setelah bertahun-tahun dilanda abrasi. "Saya sebagai warga Pebuahan menyambut baik pekerjaan ini yang sekarang bisa dikerjakan. Semoga berjalan lancar dan selesai tepat waktu," ungkapnya. (M-011)

  • Editor: Daton
BACA JUGA:  Jam Tangan Kayu Karya Putu Edit Dikagumi Bupati Jembrana