Untuk menenangkan situasi, polisi menghubungi orang tua I.G.J.S. melalui panggilan video. Setelah dilakukan pendekatan persuasif, pria tersebut bersedia kembali ke rumah dan diantar langsung dengan pengawalan aparat kepolisian.
Kapolsek Petang menegaskan, meskipun Jembatan Tukad Bangkung telah dilengkapi pagar pengaman dan sistem CCTV, kawasan tersebut tetap menjadi titik rawan karena aksesnya terbuka untuk umum serta memiliki citra negatif akibat kejadian serupa di masa lalu.
“Kami terus meningkatkan patroli malam, pemantauan CCTV, dan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat. Pencegahan menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika melihat tanda-tanda gangguan emosional atau perilaku mencurigakan di ruang publik, guna mencegah terjadinya tragedi serupa.*
- Editor: Daton









