Rayakan 25 Tahun Imamat, Imam Keuskupan Denpasar Ini Gelar Operasi Katarak Gratis di Flotim

Rayakan 25 Tahun Imamat
Suasana pemeriksaan mata pasien oleh tim medis dari KCK Denpasar (M-IST)

LARANTUKA, MENITINI
Imam Keuskupan Denpasar, Romo Evensius Dewantoro Daton, Pr merayakan Pesta Perak Imamat ke-25 dengan menggelar karya sosial operasi katarak gratis di Kota Larantuka, Flores Timur. Selain operasi katarak juga pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis.

Kegiatan Bakti Sosial ini menggandeng Komunitas Cinta Kasih (KCK) Denpasar, bekerja sama dengan John Fawcett Foundation Giving Gift of Sight, Nine People Links Foundation, Perdami (Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia).

Kegiatan sosial ini berlangsung di Kantor Pusat Biara Susteran Putri Renya Rosari (PRR) Lebao dari tanggal 7-11 Mei 2022 mulai pukul 08.00 Wita.

Pastor kelahiran kelahiran Desa Wailolong, Kecamatan Ile Mandiri, Flores Timur, NTT ini memilih merayakan ulang tahun imamat dengan karya karitatif yang bernuansa biblis-kontekstual.

BACA JUGA:  Banyak Wisatawan Kecewa, Prosesi Semana Santa Ditiadakan

“Saya Romo Venus, Pastor Paroki F.X Kuta, Bali. Pesta Perak Imamat sudah tahun 2021 lalu. Pada waktu merencanakan 25 Tahun Imamat, saya mendapat masukan dari Komunitas Cinta Kasih Keuskupan Denpasar. KCK mengusulkan kalau kita melakukan operasi katarak di Larantuka. Saya mengiyakan. Pesta Perak bukan saya sendiri karena ada Romo Thomas Darang Labina, Pr dan Romo Marsel. Kami bertiga dithabiskan pada 13 Juni 1986,” kata Romo Venus Daton, Pr di sela sela kegiatan.

Advertisements
Pasien bersama istri setelah operasi katarak

Selain itu, pastor yang menyelesaikan studi Islamologi di Pontificio Instituto di Studi Arabi E D’Islamistica (PISAI) itu mengatakan, kegiatan sosial pemeriksaan mata, pemberian kaca ata, dan operasi katarak gratis ini m rangkaian syukur atas 25 tahun imamat.

“Karya sosial ini terbuka untuk seluruh umat dan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan. Dan sebagai imam yang sudah 25 tahun menjadi momentum berbagi syukur. Tentu kegiatan didukung banyak pihak,” kata Romo Venus sapaannya.

Putra sulung pasangan Petrus Belawa Daton dan Maria Leto Welan ini ketika ditanya mengapa harus operasi katarak menjadi kegiatan sosial pesta imamat yang ke-25. Romo Venus menyebutnya dalam sebuah landasan biblis yang jernih. “Seperti Yesus bertanya kepada Bartimeus, apa yang kau kehendaki aku perbuat bagimu? Ia spontan ya Tuhan semoga aku bisa melihat. Dan ketika ia bisa melihat, ia merasa gembira. Pesannya, mari kita saling berbagi kesulitan hidup, berbagi di tengah Covid-19,” kata pastor yang pernah menjalani studi di Dar Comboni for Arabic Studies Cairo bidang Bahasa Arab.

Sementara Romo Thomas Darang Labina, Pr juga menyentil hal senada. Bagi Romo Thomas, tak selamanya pesta perak imamat dirayakan dengan pesta pora tetapi juga pesta iman. “Bartimeus dia buta mata kepala. Tetapi di sisi lain, saat ini tidak harus buta mata hati. Dengan berbagi, mereka bisa melihat dan terbuka mata hatinya,” tandas Romo Thomas.

Lusia Matutina Parera, Warga Kelurahan Lokea, Flores Timur mengaku bahagia atas kacamata yang ia terima. “Setelah pemeriksaan lalu kita antrian. Dan saya tunggu resep ambil kaca mata. Saya kira nanti dikirimi dari Denpasar. Eh, ternyata bisa dapat langsung hari ini. Aduh, betapa bahagianya saya,” ujar Lusia senang.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Romo Venus Daton dan tim dari Denpasar yang bisa memfasilitasi sehingga bisa memperoleh kaca mata. “Terima kasih para dokter dan semua yang berperan,” ujarnya terbata-bata.

Ketua KCK Denpasar, Helena Cunduwan menyebut Komunitas Cinta Kasih Denpasar sudah bergerak dalam bidang pelayanan selama 22 tahun untuk operasi katarak. “Kenapa harus operasi katarak? Hal itu karena banyak saudara-saudara kita kalau operasi kan biayanya mahal. Operasi besar ke luar Bali ini yang keempat,” katanya.

Ia menambahkan, bilang, yang tergabung di KCK adalah orang-orang yang selalu setia memberi. Dan yang tergabung dalam KCK dari ibu-ibu sekitar 130- an donatur. “Untuk Katarak minimal 3000. Untuk kaca mata gratis 2500 biji dan obat-obatan,” kata Helena, merincikan.

Sementara itu, Komang Wardhana, Project Manager JFFG mengatakan penting baksos operasi katarak dan pembagian kaca mata karena ini soal kesehatan. “Harapan kami pemda bisa melakukan ini kurang lebih setahun sekali,” ucapnya.

Pantauan wartawan di lapangan ribuan masyarakat membludak sepanjang area Biara Susteran PRR Lebao, hingga menjuntai di Paroki San Juan dan Aula di Kelurahan Puken Tobi Wangi Bao, Kecamatan Larantuka, Flores Timur. Warga tantusias mengikuti kegiatan ini.M-003

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*