Puncak Musim Kemarau di Bali Diperkirakan pada Juli-Agustus

BADUNG,MENITINI.COM- Musim kemarau di wilayah provinsi Bali tahun 2024 diperkirakan mulai terjadi pada bulan Maret 2024.

Jika dibandingkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2024 dengan rata-rata 20 Zom di Bali, sebanyak 5 Zona Musim (ZOM) diperkirakan maju 25 persen, sama 6 ZOM (30 persen) dan 9 ZOM Mundur (45 persen).

Prakiraan sifat hujan musim kemarau Tahun 2024 secara umum bersifat Normal 1 ZOM (5 persen) dan Atas Normal 19 ZOM (95 persen). Puncak Musim Kemarau diperkirakan terjadi pada Bulan Juli-Agustus 2024.

Kepala Stasiun Klimatologi Balai Besar Meteorologi, klimatologu dan Geofisika (BBMKG) wilayah III Denpasar, Aminudin Al Roniri.SP.MSi menerangkan, secara umum Awal Musim Kemarau (AMK) di wilayah Bali diprakirakan masuk bulan Maret.

BACA JUGA:  Kajati Bali: Perlunya Kepekaan Terhadap Kerusakan Lingkungan Akibat Prilaku Koruptif

Dari 20 Zom di wilayah provinsi Bali, ada 5 ZOM atau sebanyak 25 persen yang memasuki musim kemarau pada bulan Maret. Yaitu Kecamatan Gianyar, Sukawati, Denpasar Timur, Denpasar Barat, Mengwi, Kuta, Kuta Selatan, Banjarangkan, Klungkung, Dawan, Manggis, Buleleng, Kubutambahan, Sidemen, Bebandem, Selat, dan Nusa Penida. “Bulan Maret menjadi awal musim kemarau di wilayah Bali,” terangnya, Jumat (22/3/2024).

Sedangkan 8 Zom (40 persen) wilayah yang memasuki musim kemarau pada bulan April yaitu, Kecamatan Karangasem, Melaya, Gerokgak, Seririt, Negara, Jembrana, Mendoyo, Pekutatan, Sebagian Sukasada, Tejakula, Kubu, Bangli, Kintamani, Rendang, Susut, Sebagian Kecamatan Sukawati, Selemadeg, Kerambitan, Tabanan, Abiansemal.

Untuk bulan Mei, ada 4 ZOM atau sebanyak 20 persen yang memasuki musim kemarau. Yaitu Kecamatan Busungbiu, Abang, Penebel, Tampaksiring, Selemadeg Barat. Sedangkan bulan Juni terdapat 3 ZOM atau sebanyak 15 persen wilayah yang memasuki musim kemarau, yaitu Kecamatan Banjar, Sebagian Sukasada, Baturiti, Pupuan, Petang, Payangan. “Bulan Juni menjadi terakhir Bali memasuki Musim Kemarau,” ungkapnya.

BACA JUGA:  BMKG Imbau Waspada, Hujan Lebat Landa NTB Jelang Lebaran Idul Fitri 2024

Dipaparkannya, perbandingan prakiraan Awal Musim Kemarau Tahun 2024 dengan rata-rata pada 20 ZOM di Bali yaitu 5 ZOM Maju (25 persen), 6 ZOM Sama (30 perzen), dan 9 ZOM Mundur (45 persen).

Prakiraan Sifat hujan Musim Kemarau Tahun 2024 secara umum bersifat Normal 1 ZOM (5 persen) dan Atas Normal 19 ZOM (95 persen). Masyarakat diharapkan waspada terhadap potensi kekeringan yang dapat terjadi pada puncak Musim Kemarau, yang diperkirakan terjadi pada bulan Juli-Agustus 2024. (M-003)

  • Editor: Daton