Selain meninjau aktivitas panen, Kepala Negara juga mengunjungi Pameran Hilirisasi Pertanian yang menampilkan beragam inovasi pengolahan hasil pertanian dan perkebunan dari berbagai daerah. Presiden bahkan sempat mencicipi sejumlah produk olahan yang dipamerkan, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan industri berbasis komoditas lokal.
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah pengembangan produk turunan gambir. Akademisi Universitas Andalas, Muhammad Makky, menjelaskan bahwa gambir merupakan tanaman endemik Indonesia dengan potensi strategis di pasar global.
“Gambir merupakan satu-satunya tanaman yang dapat tumbuh di Indonesia dan tidak bisa dibudidayakan di negara lain. Ini menjadi keunggulan karena tidak ada pesaing dari luar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, gambir dihasilkan dari proses perebusan dan pemerasan daun hingga menghasilkan getah berbentuk pasta yang kemudian mengeras menjadi bongkahan. Di dalamnya terkandung dua senyawa utama, yakni tanin dan katekin, yang memiliki permintaan tinggi di pasar internasional, terutama untuk industri farmasi, kosmetik, dan pangan.
Namun demikian, Makky menilai potensi ekonomi gambir belum dimanfaatkan secara optimal karena sebagian besar masih diekspor dalam bentuk mentah. Akibatnya, nilai tambah justru dinikmati oleh negara pengolah.









