Presiden Rusia Larang Warganya Transfer Valas ke Luar

Presiden Rusia Vladimir Putin.
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto Dok.: AFP)

Mata uang Rubel Rusia jatuh tajam pada perdagangan Senin pagi. Bank Sentral Rusia menaikkan lebih dari dua kali lipat suku bunga utamanya menjadi 20 persen sebagai langkah darurat setelah Barat memberlakukan sanksi ekonomi lebih lanjut selama akhir pekan.
 
Ini termasuk keputusan Barat untuk membekukan cadangan mata uang utama Rusia yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sanksi Barat ini berpotensi menghancurkan stabilitas keuangan negara itu.
 
Warga Kota Moskow Katya mengatakan kepada The Independent kartu bank Rusia miliknya tak berfungsi lagi.
 
“Saya juga ingin menukar rubel yang saya miliki dengan uang tunai, tetapi nilai tukarnya sangat buruk sehingga tidak ada gunanya”, kata Katya seperti dikutip Reuters.
 

BACA JUGA:  Korea Utara Dukung Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Baru Iran

Sumber: Medcom.id

Editor: Ton

Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top