Calon penerima manfaat di Kampung Wamesa meliputi siswa TK dan SD, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Para pelajar menyampaikan harapan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) segera berjalan di sekolah mereka.
“Terima kasih Bapak Presiden sudah bangun dapur MBG di kampung kami. Kami tunggu ya MBG-nya di sekolah kami SD YPK Betlehem, Wamesa, Kabupaten Kaimana Terima kasih Bapak Presiden,” ujar para pelajar antusias.
Perluasan di Kalimantan dan Jawa
Dari Kalimantan Selatan, kepolisian daerah setempat melaporkan pembangunan 35 SPPG, termasuk 10 unit di daerah terpencil dan lingkungan pondok pesantren. Pengelolaan keamanan pangan dilakukan menyeluruh, mulai dari deteksi alergen, pemeriksaan kesehatan oleh dokter kepolisian, hingga pemanfaatan limbah menjadi eco-enzyme dan pakan ternak.
Polda Jawa Tengah tercatat sebagai wilayah dengan jumlah SPPG terbanyak. Fasilitas tersebut juga hadir di pondok pesantren serta lokasi terdampak banjir sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, dari Jawa Timur dilaporkan peresmian Gedung Ketahanan Pangan Polri di Mojokerto yang difungsikan sebagai gudang khusus jagung pertama di provinsi tersebut. Pengelolaan dilakukan secara profesional bersama Bulog guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.
Menutup rangkaian dialog, Presiden kembali menegaskan pentingnya ketahanan pangan bagi stabilitas negara.
“Ini suatu prestasi luar biasa juga. Ini sangat-sangat penting bagi stabilitas, bagi ketahanan pangan. Negara aman, kalau pangannya aman. Jadi, terima kasih atas prestasi saudara-saudara. Teruskan pengabdianmu dengan sebaik-baiknya. Jadikan Polri selalu di tengah-tengah rakyat. Penggerak pengaman, penjaga keselamatan bangsa. Terima kasih. Terima kasih,” imbuh Presiden Prabowo.*
- Editor: Daton









