“Hari ini kita melangkah lebih jauh menuju kemandirian energi. Kita tidak boleh menggantungkan energi kita dari luar,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menyinggung persoalan tata kelola di tubuh PT Pertamina (Persero) yang dinilai masih perlu pembenahan serius. Ia menegaskan komitmennya untuk membersihkan praktik korupsi, manipulasi, serta kebijakan impor yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat.
Presiden secara tegas meminta jajaran manajemen untuk tidak ragu mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang dinilai tidak bekerja secara profesional. “Kalau tidak bagus, pecat. Demi bangsa dan rakyat. Banyak anak-anak muda yang hebat dan mampu,” katanya.
Lebih lanjut, Presiden mengingatkan bahwa pengelolaan sumber daya energi harus dilakukan secara amanah, bersih, dan transparan. Praktik markup dan penyimpangan lainnya disebut sebagai bentuk penipuan terhadap negara yang tidak dapat ditoleransi.
Peresmian RDMP Balikpapan ini menjadi penanda penting transformasi sektor energi nasional. Proyek tersebut tidak hanya mendukung ketahanan energi, tetapi juga menegaskan arah kebijakan Presiden Prabowo yang menempatkan energi sebagai pilar kedaulatan, kesejahteraan rakyat, dan harga diri bangsa.*
- Editor:Daton









