Selain memperluas jumlah penerima, Presiden Prabowo juga menekankan perlunya penguatan arah beasiswa, khususnya pada bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Pemerintah menargetkan porsi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk bidang tersebut dapat ditingkatkan secara signifikan, bahkan hingga lebih dari 80 persen.
Kebijakan ini dinilai strategis untuk mempercepat ketertinggalan Indonesia dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus menyiapkan tenaga ahli yang mampu bersaing di tingkat global.
Tak hanya itu, Presiden juga mengaitkan kebijakan beasiswa dengan pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan nasional. Pemerintah tengah menyiapkan langkah untuk memperbesar penerimaan mahasiswa program studi kedokteran, termasuk dokter spesialis, yang juga berpotensi didukung melalui skema beasiswa.
Penguatan beasiswa juga diarahkan pada bidang kedokteran gigi, farmasi, dan teknologi kesehatan, seiring berkembangnya penggunaan alat medis berbasis teknologi tinggi di fasilitas layanan kesehatan.









