Fokus pada Pendidikan dan SDM
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Presiden mengumumkan pembentukan sepuluh universitas baru berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics, dan Medicine). Langkah tersebut diambil untuk menjawab kebutuhan tenaga medis yang masih jauh dari ideal.
“Kami kekurangan 140.000 dokter dan hanya meluluskan sekitar 10.000 dokter per tahun. Itu berarti kita membutuhkan waktu 14 tahun untuk mengisi kesenjangan ini, kecuali jika dilakukan upaya baru dan itulah sebabnya saya membentuk sepuluh universitas baru berbasis STEM,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah juga membangun 500 sekolah menengah unggulan serta membuka ruang kolaborasi dengan institusi pendidikan luar negeri, termasuk sejumlah universitas ternama dari Inggris dan Amerika Serikat.
Tegas terhadap Tambang Ilegal dan Korporasi Melanggar
Di bidang tata kelola, Presiden menegaskan komitmen pemberantasan korupsi dan praktik ekonomi ilegal. Ia menyebut telah menutup 1.000 tambang ilegal yang beroperasi di kawasan hutan lindung.
“Saya baru saja menutup 1.000 tambang ilegal. Mereka menambang di hutan lindung. Saya juga menyita sekitar 4 juta hektare lahan dari korporasi yang melanggar hukum dan peraturan, beroperasi di luar area yang diizinkan, di luar konsesi mereka, dan sebagainya,” tegasnya.
Menurut Prabowo, kepastian hukum dan stabilitas regulasi menjadi fondasi utama untuk menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.









