Selain itu, pemerintah juga memperkuat komitmen dalam mempercepat transisi menuju energi baru dan terbarukan (EBT). Indonesia, kata Bahlil, akan mengoptimalkan seluruh potensi energi non-fosil yang tersedia di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Potensi tersebut mencakup energi panas bumi, air, matahari, hingga angin, selama didukung teknologi yang efisien dan ekonomis.
“Selama teknologinya ada dan harganya efisien, kita akan dorong,” ujarnya.
Bahlil menambahkan, capaian dalam kunjungan ini tidak lepas dari koordinasi solid antar kementerian dan lembaga, yang berperan penting dalam mempercepat realisasi kerja sama energi antara Indonesia dan Jepang. (M-011)
- Editor: Daton









